BAWEAN, mediabarometer.net — PT Bumi Bawean Mandiri atau APMS 01 menggelar tasyakuran atas pencapaian Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk fasilitas pompa bensin APMS 01, Minggu (1/11/2026). Momentum ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus penguatan komitmen pengelola dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat Pulau Bawean.
Kegiatan yang berlangsung di APMS 01 Prianan Bawean, Desa Sungaiteluk Perikanan, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, tersebut diwarnai suasana penuh syukur dan kebersamaan.
Camat Sangkapura, Umar Junid, turut hadir dan melakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian yang diraih APMS 01.
Pengelola APMS 01, Abu Bakar, menyampaikan bahwa pencapaian SLF menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi operasional maupun pelayanan kepada masyarakat.
Keberadaan APMS 01 memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat Pulau Bawean. Kondisi geografis yang terpisah dari daratan utama Gresik membuat ketersediaan BBM menjadi faktor penting dalam menunjang berbagai aktivitas, mulai dari transportasi hingga kegiatan ekonomi, perikanan, dan pertanian.
Abu Bakar menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengatur distribusi BBM agar ketersediaan stok dapat terjaga dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Sejak pertama kami mengambil alih pengelolaan, kami berusaha mengatur waktu pelayanan. Tujuannya agar ketersediaan BBM bisa tetap terjaga dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Abu Bakar.
Menurutnya, Biosolar yang masuk ke Pulau Bawean merupakan BBM penugasan dengan kuota bulanan yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, pengaturan jadwal pelayanan dan penyaluran menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan stok sepanjang periode distribusi.
Dalam pendistribusian Biosolar, Abu Bakar menyebut penyaluran diprioritaskan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan dan petani yang telah memiliki rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kebijakan tersebut bertujuan agar BBM bersubsidi dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang berhak dan benar-benar membutuhkannya.
“Kalau seluruh stok kami keluarkan dalam waktu singkat, dikhawatirkan masyarakat yang membutuhkan di hari-hari berikutnya justru mengalami kesulitan,” ungkapnya.
Ia berharap pengaturan distribusi tersebut dapat membantu menjaga kesinambungan ketersediaan BBM, sehingga nelayan tetap dapat melaut dan petani menjalankan aktivitas usahanya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, Abu Bakar juga menegaskan keterbukaannya terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat.
Terkait perbedaan harga BBM di sejumlah mini pom, ia menjelaskan bahwa kondisi geografis serta biaya pengangkutan menuju sejumlah wilayah desa menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam proses distribusi.
Sementara itu, mengenai keluhan kualitas BBM yang sempat menjadi perbincangan warga, Abu Bakar menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti setiap laporan melalui pemeriksaan dan koordinasi dengan pihak Pertamina.
Ia juga menyebut pembenahan legalitas dan perizinan pendistribusian terus dilakukan agar kegiatan operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kritik, saran, dan protes tentu sangat membantu kami untuk membangun dan memperbaiki pelayanan. Kalau memang ada kekurangan dalam pendistribusian BBM, khususnya Biosolar untuk nelayan dan petani, silakan disampaikan agar bisa kita benahi bersama,” pungkas Abu Bakar.
Tasyakuran atas pencapaian SLF APMS 01 diharapkan tidak sekadar menjadi ungkapan rasa syukur, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di bawah pengelolaan Abu Bakar, APMS 01 diharapkan terus berkembang, menjaga kepercayaan masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung kebutuhan energi dan aktivitas perekonomian masyarakat Pulau Bawean.
Masyarakat pun berharap pencapaian tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan, penyaluran BBM yang tertib dan tepat sasaran, serta ketersediaan stok yang semakin terjaga bagi nelayan, petani, dan masyarakat luas.
Dengan demikian, pencapaian SLF menjadi salah satu langkah penting bagi APMS 01 untuk terus berbenah dan memperkuat perannya dalam memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Pulau Bawean.
(A.latif )








Komentar