Gresik, mediabarometer.net – Suasana khidmat menyelimuti kediaman Lurah Hardi, Kepala Desa Pranti, pada Selasa pagi (tanggal menyesuaikan), saat acara tahlil 100 hari wafatnya sang paman tercinta, almarhum Bapak Amat, digelar dengan penuh kekhusyukan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khotmil Qur’an yang dilaksanakan sejak pagi hingga selesai, diikuti oleh ratusan warga yang turut hadir untuk mengirimkan do’a dan menyelamati almarhum. Acara puncak tahlil dipimpin langsung oleh H. Khoirul Anam, yang akrab disapa Abah Mudin.
Acara ini tidak hanya menjadi momen mengenang sosok almarhum, namun juga memperlihatkan kekompakan masyarakat Desa Pranti. Para sesepuh, tokoh masyarakat, serta perangkat desa hadir dalam satu kebersamaan, menunjukkan betapa eratnya tali persaudaraan di antara mereka.
“Semoga do’a dan tahlil yang kita kirimkan ini diterima oleh Allah SWT, serta almarhum diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya. Aamiin,” ucap Lurah Hardi, penuh haru dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan dan warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menyelamati almarhum pamannya.
Dalam kesempatan tersebut, Hardi menyampaikan petuah yang sarat makna:
> “Kita semua akan kembali pada-Nya. Maka selama masih diberi umur, perbanyaklah kebaikan, jaga silaturahmi, dan rawat kebersamaan. Jangan biarkan perbedaan memecah kita. Karena kekuatan desa ini ada pada persatuan warganya,” tuturnya.
Acara tahlil berjalan lancar hingga akhir, diiringi suasana hangat penuh kekeluargaan. Semangat gotong royong dan rasa saling memiliki tampak begitu nyata dalam kebersamaan warga Desa Pranti, mencerminkan nilai-nilai luhur yang terus dijaga turun-temurun.
( A. Latif )











Komentar