oleh

Visitasi Akreditasi MTs Darul Iman Bunten Timur Berjalan Lancar, Asesor Apresiasi Semangat Pendidikan di Pelosok Madura

banner 468x60

Sampang, mediabarometer.net — Pelaksanaan visitasi akreditasi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Iman, Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah dalam mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di wilayah pedesaan, khususnya kawasan pelosok Madura.

Visitasi akreditasi tersebut dipimpin oleh dua asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Jawa Timur, yakni Zahrotun Na’imah, S.Pd. dan Masykurotus Syarifah, M.MPd., M.H.I. Keduanya melaksanakan proses penilaian secara intensif dan komprehensif melalui pengamatan langsung, wawancara, serta peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan di lingkungan madrasah.

banner 336x280

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Darul Iman Al-Hakami, KH. Hakam Ali. Suasana khidmat tersebut menjadi pembuka sebelum kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Pengawas MTs Darul Iman, Miftahul Hidayat, kemudian Kepala MTs Darul Iman, Moh. Sakban, S.E.

Acara berikutnya diisi dengan sambutan sekaligus arahan dari para asesor BAN-PDM Provinsi Jawa Timur. Dalam arahannya, asesor memberikan motivasi dan apresiasi terhadap upaya lembaga pendidikan yang tetap menjalankan amanah mencerdaskan anak bangsa meskipun berada di wilayah pedesaan dengan berbagai keterbatasan.

Semangat tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses pendidikan yang layak bagi masyarakat, termasuk anak-anak di kawasan pelosok Kabupaten Sampang.

Perjuangan Pendidikan di Tengah Keterbatasan

Dalam pemaparannya, Kepala MTs Darul Iman, Moh. Sakban, S.E., menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di madrasah tersebut membutuhkan perjuangan, pengorbanan, serta komitmen yang kuat dari seluruh pihak.

Menurutnya, lembaga terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan intelektualitas peserta didik dengan mengerahkan berbagai sumber daya yang tersedia, meskipun dihadapkan pada keterbatasan finansial, infrastruktur, dan sarana pendukung lainnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi akses jalan menuju lokasi madrasah yang masih rusak dan berbatu. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas tenaga pendidik, khususnya guru dari luar wilayah yang hendak mengajar di MTs Darul Iman.

Situasi itu turut menjadi tantangan dalam mempertahankan keberlangsungan tenaga pengajar. Menurut penjelasan pihak madrasah, tidak sedikit guru dari luar wilayah yang hanya mampu bertahan sekitar satu tahun karena berbagai kendala yang dihadapi.

Meski demikian, pihak MTs Darul Iman tetap berkomitmen menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak Desa Bunten Timur dan wilayah sekitarnya yang membutuhkan akses pendidikan yang layak.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di pelosok. Bagi kami, pendidikan merupakan amanah yang harus terus diperjuangkan agar generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” demikian inti penjelasan pihak madrasah dalam pemaparan tersebut.

Penilaian Dilakukan Melalui Observasi dan Wawancara

Setelah sesi pembukaan dan pemaparan profil madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan observasi praktik pembelajaran di dalam kelas. Para asesor memantau secara langsung proses kegiatan belajar mengajar sebagai bagian dari pengumpulan bukti dan penilaian terhadap pelaksanaan pendidikan.

Tahapan berikutnya berupa wawancara dengan sejumlah unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, meliputi perwakilan yayasan, komite madrasah, guru, operator, dan wali murid.

Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi kesempatan untuk menggali informasi mengenai pengelolaan madrasah, proses pembelajaran, dukungan masyarakat, serta upaya lembaga dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Melalui rangkaian observasi dan wawancara, pelaksanaan visitasi berlangsung dengan suasana yang komunikatif. Para peserta dapat menyampaikan keterangan sesuai dengan peran dan pengalaman masing-masing dalam mendukung kegiatan pendidikan di MTs Darul Iman.

Ketua Yayasan Tunjukkan Komitmen hingga Kegiatan Berakhir

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Ketua Yayasan Darul Iman Al-Hakami, KH. Hakam Ali, yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias sejak awal hingga selesai.

Di tengah usianya yang telah lanjut, beliau tetap menunjukkan perhatian dan komitmen terhadap proses evaluasi mutu pendidikan di lembaga yang dipimpinnya. Kehadirannya menjadi gambaran keterlibatan unsur yayasan dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan madrasah.

Para asesor merespons positif keterlibatan pimpinan yayasan tersebut. Partisipasi aktif dari unsur penyelenggara pendidikan dinilai penting dalam membangun sinergi antara yayasan, kepala madrasah, tenaga pendidik, komite, wali murid, dan masyarakat.

Keterlibatan berbagai unsur itu diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Asesor Humanis, Suasana Visitasi Kondusif

Kesan positif juga disampaikan oleh sejumlah guru dan wali murid yang mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka menilai kedua asesor bersikap baik dan humanis dalam berinteraksi dengan pihak madrasah maupun unsur masyarakat.

Pendekatan komunikatif tersebut membuat suasana visitasi terasa lebih terbuka dan kondusif. Para peserta dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan baik, mulai dari pembukaan, pemaparan, observasi pembelajaran, hingga wawancara.

Bagi MTs Darul Iman, visitasi akreditasi tidak sekadar menjadi proses penilaian administratif, tetapi juga kesempatan untuk memperoleh masukan, mengevaluasi kekurangan, serta mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Pihak madrasah berharap proses tersebut dapat menjadi pijakan untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, dan mengoptimalkan layanan pembelajaran bagi peserta didik.

Pendidikan Pelosok Membutuhkan Perhatian Bersama

Pelaksanaan visitasi di MTs Darul Iman kembali memperlihatkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di wilayah pelosok membutuhkan dukungan berbagai pihak. Keterbatasan ekonomi dan infrastruktur tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu.

Komitmen yayasan, kepala madrasah, guru, wali murid, serta masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di kawasan pedesaan.

Dengan berlangsungnya visitasi secara lancar dan kondusif, MTs Darul Iman diharapkan semakin termotivasi untuk melakukan pembenahan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Akreditasi bukan sekadar penilaian terhadap sebuah lembaga, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa setiap anak bangsa, termasuk mereka yang tinggal di pelosok Madura, memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan berorientasi pada masa depan.

( Tim )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *