BANGKALAN, mediabarometer.net — Pemberitaan terkait hamparan tumpahan air garam yang diduga bercampur solar dan memicu kecelakaan beruntun di Jalan Raya Rompeng, Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, mendapat respons dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan. Langkah cepat diperlukan mengingat kondisi jalan licin tersebut sebelumnya telah menimbulkan sejumlah kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan.
Menindaklanjuti pemberitaan dan laporan masyarakat yang beredar, Kepala Dishub Kabupaten Bangkalan, H. Muhammad Hasan Faisol, S.STP., MM, saat dihubungi mediabarometer.net melalui WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya masih mengikuti rapat. Ia kemudian mengamanatkan agar awak media berkoordinasi dengan Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Bangkalan, Nauval Farisy, untuk mendapatkan penjelasan terkait langkah penanganan di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Nauval Farisy selaku Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Bangkalan memberikan keterangan kepada mediabarometer.net melalui WhatsApp. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai kecelakaan yang diduga berkaitan dengan kondisi jalan licin akibat tumpahan material.
“Menindaklanjuti laporan masyarakat tentang maraknya kecelakaan yang diakibatkan oleh tumpahan air garam bercampur solar, kami Dishub Bangkalan berkoordinasi dengan PUDAM agar melakukan penyiraman untuk mengurai tumpahan yang ada agar kondisi jalan tidak licin,” terang Nauval Farisy.
Menurut Nauval, penyiraman tersebut merupakan langkah penanganan untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di ruas jalan tersebut. “Tentunya penyiraman ini untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh jalan yang licin,” lanjutnya.
Respons Dishub Bangkalan ini menjadi langkah penting setelah sebelumnya mediabarometer.net memberitakan adanya kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah warga asal Pamekasan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan keselamatan di ruas Jalan Raya Rompeng perlu mendapatkan perhatian serius dan tidak cukup hanya ditangani setelah kecelakaan terjadi.
Selain penanganan darurat berupa penyiraman, Dishub Bangkalan diharapkan dapat menelusuri sumber tumpahan, termasuk kemungkinan kendaraan pengangkut yang membawa muatan tersebut, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Satlantas Polres Bangkalan dan instansi terkait juga diharapkan melakukan langkah sesuai kewenangan apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran yang membahayakan pengguna jalan.
mediabarometer.net mengapresiasi respons cepat Dishub Bangkalan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Namun, penanganan diharapkan tidak berhenti pada penyiraman semata.
Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama, sementara sumber tumpahan dan penyebab munculnya kondisi jalan licin perlu ditelusuri secara menyeluruh agar tidak kembali memakan korban.
( Mahrus )













Komentar