oleh

Noda Sirih di Kemeja Putih Dandenintel Kodam I/BB, Ketegasan Letkol Eddy Berujung Haru di Tanah Karo

banner 468x60

TANAH KARO — AgaraNews.net — Di balik seragam loreng, jabatan strategis, serta tuntutan tugas yang mengharuskannya selalu tajam dan waspada, ternyata tersimpan sisi lain dari sosok Letkol Arm Eddy Saputra Ginting, S.E., M.S.M., M.Tr.Mil., Dandenintel Kodam I/Bukit Barisan.

Sebagai perwira intelijen, Letkol Eddy dituntut memiliki ketegasan, kejelian, serta kewaspadaan tinggi dalam menjalankan tugas. Kesibukan dan tanggung jawabnya membuat dirinya tidak selalu dapat hadir dalam berbagai kegiatan keluarga maupun lingkungan kampung halaman. Kondisi itu bahkan sempat membuat sebagian orang keliru menilai dirinya sebagai sosok yang tertutup atau menjaga jarak.

banner 336x280

Namun, anggapan tersebut seolah runtuh ketika Letkol Eddy berada di tengah keluarga besar di Tanah Karo, Sabtu (19/9/2026). Saat itu, keluarga besar menggelar acara untuk mengenang satu tahun wafatnya sang ayahanda tercinta, almarhum Bapak Usaha Ginting Suka.

Di rumah duka tersebut, tidak tampak sekat antara seorang perwira TNI dengan keluarga, kerabat maupun masyarakat. Letkol Eddy menyapa dan menerima setiap tamu dengan ramah.

Tidak ada jarak maupun sikap berlebihan. Di tengah keluarga, ia kembali menjadi Eddy, putra Karo yang dikenal santun dan menghormati orang tua.

Momen paling mengharukan terjadi ketika sejumlah orang tua, termasuk para nenek lanjut usia, menghampiri dan memeluknya. Dengan penuh kasih sayang, mereka menciumi pipi sang perwira sembari menitipkan doa agar Letkol Eddy selalu sehat, sukses dan diberi kelancaran dalam menjalankan tugas.

Bekas air sirih merah dari para orang tua itu kemudian meninggalkan noda di kemeja putih yang dikenakannya. Di bagian pipi, bahu hingga dada, warna merah sirih terlihat cukup jelas.

Namun, Letkol Eddy tidak menunjukkan rasa risih. Ia justru membalas pelukan tersebut dengan hangat dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang lebih tua. Kemeja putih yang sebelumnya bersih dibiarkan ternoda, seolah noda itu justru menjadi bagian dari penghormatan kepada keluarga dan tradisi.

Pemandangan sederhana tersebut menyimpan pesan yang dalam. Pangkat dan jabatan tidak membuatnya lupa pada akar budaya serta orang-orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Ketegasan yang melekat pada dirinya sebagai seorang perwira intelijen ternyata berjalan beriringan dengan sikap rendah hati ketika berada di tengah keluarga.

Bagi sebagian orang, Letkol Eddy mungkin jarang terlihat dalam berbagai kegiatan sosial. Namun, kesibukan tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai sikap menjauh. Tugas sebagai Dandenintel Kodam I/BB memiliki tanggung jawab yang menuntut kesiapsiagaan dan pengabdian tanpa mengenal waktu.

Momen noda sirih di kemeja putih itu akhirnya menjadi gambaran sederhana tentang sosok pemimpin yang tetap menghormati orang tua dan tidak melupakan akar budayanya. Dari Tanah Karo, doa dan harapan pun dipanjatkan agar Letkol Arm Eddy Saputra Ginting senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan tugas, kesuksesan dalam karier serta keharmonisan bersama keluarga.

Mejuah-juah. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

( Red )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *