JAKARTA, mediabarometer.net – Ketua Dewan Pengurus Lintas Angkatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PNNK) Lemhannas RI, Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan: dukungan harus disertai pengawasan, transparansi, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
Menurut Kadafi, membangun negara tidak bisa instan. Diperlukan komitmen, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi kebijakan, yang hanya akan berhasil jika mendapat dukungan konstruktif dari masyarakat.
“Kita harus melihat masa depan Indonesia dengan semangat optimisme. Presiden Prabowo Subianto sedang berupaya membenahi berbagai persoalan bangsa dan memperkuat fondasi pembangunan nasional. Karena itu, mari kita berikan dukungan yang konstruktif agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kadafi di Jakarta, Sabtu (25/10).
Ia menegaskan, dukungan kepada pemerintah bukanlah dukungan buta. Justru dukungan yang sehat harus diiringi dengan pengawasan publik yang aktif.
“Persoalan bangsa yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya harus diselesaikan secara bertahap dan terukur. Tapi pembenahan tidak boleh berhenti pada ganti kebijakan saja. Yang terpenting adalah tata kelola negara harus diperbaiki, kesejahteraan rakyat meningkat, korupsi diberantas, dan penegakan hukum diperkuat,” tegasnya.
Jangan Jebak Diri dalam Perpecahan
Kadafi mengingatkan, Indonesia terlalu besar untuk terus dipecah oleh perbedaan politik. Kontestasi telah usai, kini saatnya kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak persaudaraan dan persatuan bangsa. Pemerintah perlu kita dukung ketika menjalankan kebijakan yang baik, dan apabila terdapat kekurangan, kita sampaikan kritik secara objektif, beretika, serta berdasarkan fakta,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah yang kuat membutuhkan masyarakat yang kritis dan berani memberikan masukan.
“Dukung pemerintah bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang ada. Sebaliknya, dukungan yang sehat harus disertai pengawasan masyarakat, penegakan hukum yang adil, dan keberanian menyampaikan masukan demi perbaikan.”
Rakyat Butuh Bukti, Bukan Janji
Bagi Kadafi, keberhasilan pemerintahan tidak diukur dari banyaknya program yang diumumkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan rakyat.
Program pemerintah, kata dia, wajib dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan. Mulai dari kesejahteraan, lapangan kerja, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kepastian hukum dan pemerataan pembangunan.
“Rakyat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji. Kita ingin Indonesia menjadi negara yang kuat, tetapi tetap mengutamakan keadilan. Kita ingin pembangunan berjalan, tetapi manfaatnya harus dirasakan masyarakat luas. Jangan sampai ada rakyat yang tertinggal,” ungkapnya.
Sebagai Ketua PNNK Lemhannas RI, Kadafi juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila, gotong royong, dan kepedulian sosial sebagai fondasi menghadapi tantangan bangsa, termasuk melawan hoaks dan provokasi.
Dukungan Harus Berwujud Kontribusi Nyata
Kadafi menegaskan, dukungan terhadap pemerintahan Prabowo tidak cukup dengan slogan.
“Kita ingin melihat Indonesia bergerak maju. Mari kita dukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, kawal pelaksanaannya agar tetap berada di jalur yang benar, dan berikan masukan apabila masih ada kekurangan,” ujarnya.
Ia menutup dengan ajakan reflektif kepada seluruh masyarakat.
“Jangan hanya bertanya apa yang sudah diberikan negara kepada kita. Mari kita juga bertanya, apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia? Jika pemerintah bekerja, masyarakat ikut berkontribusi, dan seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, maka peluang untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berkeadilan, makmur, dan bermartabat akan semakin besar,” pungkas Kadafi.
( Hasan )








Komentar