oleh

Ledakan LPG di Kapas Madya Berujung Duka: Yudi Setiawan Meninggal Dunia Usai 28 Hari Berjuang

banner 468x60

Surabaya, mediabarometer.net – Tragedi ledakan tabung LPG di Kapas Madya Gang 1 B yang sempat menggemparkan warga pada awal April 2026 kini berujung duka mendalam. Yudi Setiawan (43), korban utama dalam insiden tersebut, meninggal dunia setelah 28 hari berjuang melawan luka bakar parah. Ia menghembuskan napas terakhir di rumah saudaranya di Jalan Sencaki No. 59, Simolawang, Simokerto, Senin (27/04/2026) pukul 16.30 WIB.

Insiden maut itu bermula dari niat baik korban yang hendak membantu memperbaiki tabung LPG milik keluarganya yang mengeluarkan suara mendesis. Saat regulator dilepas, asap putih keluar dari dalam tabung. Upaya memastikan sumber kebocoran justru berujung petaka ketika korban mencoba membuka bagian atas tabung.

banner 336x280

Ledakan hebat terjadi seketika saat tabung diangkat untuk menunjukkan titik kebocoran. Kobaran api langsung menyambar tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar hampir di seluruh bagian tubuh, termasuk wajah. Sebelumnya, korban sempat dirawat di RS Dr. Soewandi sebelum akhirnya dirujuk ke RS Asrama Haji Surabaya untuk penanganan intensif.

Tak hanya Yudi, keponakannya Kenzo Moreno Usu Baihaqi juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Anak tersebut mengalami luka bakar serius akibat percikan api dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif, bahkan telah menjalani operasi sebanyak tiga kali guna mencegah infeksi dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak.

Fakta di lapangan memunculkan dugaan kuat adanya peredaran tabung LPG tidak standar. Tabung yang meledak diketahui baru dibeli dengan harga sangat murah, yakni Rp18.000 per tabung. Warga menyebut tabung tersebut diduga berasal dari jalur tidak resmi dan kini beredar luas melalui tengkulak, bahkan kerap mengalami kebocoran atau “ngowos”.

Hingga kini, desakan publik terus menguat agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas mengusut peredaran LPG ilegal yang dinilai membahayakan nyawa. Tragedi ini menjadi peringatan keras: harga murah tidak sebanding dengan risiko fatal yang mengintai. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.

( Ali )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *