BAWEAN, mediabarometer.net – Pelayanan RSUD Umar Mas’ud Bawean mendapat perhatian masyarakat, khususnya pada pelayanan laboratorium dan fasilitas pemeriksaan penunjang. Warga mengeluhkan waktu tunggu dalam proses pengambilan sampel darah yang menurut pengakuannya dapat berlangsung hingga berjam-jam. Senin, 21 September 2026.
Masyarakat menegaskan bahwa keluhan tersebut tidak ditujukan kepada seluruh pelayanan RSUD Umar Mas’ud. Menurut warga, pelayanan pada bagian lainnya dinilai sudah cukup baik. Namun, pelayanan laboratorium menjadi salah satu bagian yang diharapkan dapat mendapat perhatian lebih agar waktu tunggu pasien dapat ditangani dengan lebih baik.
Selain persoalan laboratorium, masyarakat juga mempertanyakan kondisi fasilitas scan atau pemeriksaan Rontgen di RSUD Umar Mas’ud yang disebut sudah beberapa bulan terakhir tidak dapat digunakan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena pemeriksaan penunjang seperti Rontgen dapat dibutuhkan dokter dalam menentukan pemeriksaan atau penanganan pasien. Ketika fasilitas tersebut tidak dapat digunakan, masyarakat tentu berharap ada solusi yang dapat diberikan agar kebutuhan pemeriksaan pasien tetap dapat terlayani.
“Kami tidak mengatakan semua pelayanan di RSUD Umar Mas’ud kurang. Pelayanan yang lain sudah lumayan. Yang kami harapkan perhatian lebih itu terutama laboratorium, karena pengambilan sampel darah terkadang harus menunggu lama. Selain itu, kami juga mempertanyakan fasilitas Rontgen yang sudah beberapa bulan tidak berfungsi. Kenapa belum ada solusi agar masyarakat tetap mendapatkan pemeriksaan di Bawean?” ujar salah seorang warga.
Keluhan tersebut mendorong masyarakat meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik lebih peduli dan peka terhadap kebutuhan RSUD Umar Mas’ud Bawean.
Warga berharap Dinkes Gresik dapat melihat secara langsung kondisi fasilitas pelayanan di rumah sakit, termasuk kebutuhan tenaga laboratorium, peralatan serta solusi terhadap fasilitas pemeriksaan penunjang yang sedang mengalami kendala.
Bagi masyarakat Pulau Bawean, persoalan tersebut memiliki arti penting karena RSUD Umar Mas’ud merupakan satu-satunya rumah sakit di Pulau Bawean yang menjadi salah satu tumpuan utama warga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Kondisi geografis Bawean yang berada jauh dari daratan membuat masyarakat berharap sebanyak mungkin pelayanan kesehatan dapat tersedia dan berjalan dengan baik di daerah sendiri.
Jika pemeriksaan tertentu harus dilakukan di daratan karena fasilitas di Bawean belum dapat digunakan, pasien dan keluarga tentu harus menghadapi perjalanan tambahan, waktu serta biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, masyarakat berharap Dinkes Kabupaten Gresik tidak hanya melihat kondisi RSUD Umar Mas’ud dari sisi bangunan dan fasilitas secara umum, tetapi juga memperhatikan fungsi peralatan, kebutuhan tenaga dan keberlangsungan pelayanan setiap unit.
Pj. RSUD: Kami Sudah Berupaya Memberikan yang Terbaik
Sementara itu, Pj. Pimpinan RSUD Umar Mas’ud Bawean, dr. Faizah, menyampaikan bahwa pihaknya selama ini terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
Terkait kebutuhan penambahan pegawai maupun peralatan, dr. Faizah menjelaskan bahwa pihak rumah sakit memiliki mekanisme dan kewenangan yang harus ditempuh melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.
“Kami sudah berupaya memberikan yang terbaik dan melayani masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk penambahan pegawai maupun peralatan, tentunya ada mekanisme yang harus kami ikuti. Kami tidak bisa melakukan penambahan secara langsung tanpa izin dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik,” jelas dr. Faizah.
Pernyataan tersebut diharapkan menjadi perhatian bagi Dinkes Kabupaten Gresik untuk melihat kebutuhan RSUD Umar Mas’ud secara menyeluruh, termasuk persoalan fasilitas pemeriksaan yang mengalami kendala.
Masyarakat berharap apabila memang terdapat peralatan yang mengalami kerusakan atau belum dapat digunakan, dapat segera dilakukan pengecekan dan dicarikan solusi sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
Warga tidak bermaksud menyudutkan pihak RSUD Umar Mas’ud maupun petugas. Justru masyarakat berharap Dinkes Kabupaten Gresik hadir memberikan dukungan agar persoalan yang menyangkut pelayanan laboratorium dan fasilitas pemeriksaan penunjang dapat segera mendapatkan perhatian.
RSUD Umar Mas’ud bukan sekadar bangunan rumah sakit bagi masyarakat Bawean. Rumah sakit tersebut menjadi salah satu tumpuan utama warga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Karena itu, masyarakat berharap Dinkes Kabupaten Gresik lebih peka terhadap kebutuhan RSUD Umar Mas’ud, baik dalam hal tenaga, peralatan maupun sarana pendukung pelayanan.
Harapan warga sederhana: fasilitas yang sudah tersedia dapat berfungsi sebagaimana mestinya, pelayanan laboratorium dapat berjalan lebih optimal, dan ketika ada peralatan yang mengalami kendala, segera ada solusi agar masyarakat Bawean tidak selalu harus menghadapi perjalanan ke daratan untuk mendapatkan pemeriksaan yang dibutuhkan.
( A.latif )









Komentar