oleh

Labkesda Ambil Sampel Makanan dan air di SPPG Bawean sbg salah satu persyaratan utk penerbitan Sertifikat SLHS.

banner 468x60

BAWEAN, mediabarometer.net — UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Gresik mengambil sampel makanan dan air dari seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Bawean sebagai salah satu persyaratan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 9–10 April 2026.

Pengambilan sampel ini merupakan bagian penting dari proses penilaian standar kesehatan, guna memastikan setiap SPPG memenuhi kriteria higienitas dan keamanan pangan sebelum dinyatakan layak melalui sertifikasi resmi.

banner 336x280

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ratna Yunita, S.KM, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Gresik, dengan menyasar seluruh penyelenggara SPPG di wilayah Pulau Bawean.

Kunjungan tim Labkesda ke Bawean ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yakni pembinaan dan penilaian terhadap penjamah makanan di seluruh SPPG. Pada tahap ini, tim melakukan pengambilan sampel langsung di masing-masing dapur SPPG untuk dilakukan uji laboratorium.

Hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti bahwa proses pengolahan makanan telah memenuhi standar kesehatan dan kebersihan.

Selama dua hari pelaksanaan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di Pulau Bawean.

Proses pemeriksaan meliputi pengambilan sampel makanan, air dan usap foodtray yang nantinya akan dilakukan uji laboratorium guna mendeteksi potensi kontaminasi bakteri maupun risiko kesehatan lainnya.

“Pemeriksaan ini sebagai langkah pencegahan agar seluruh makanan yang diproduksi dan air yang digunakan di SPPG benar-benar memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi masyarakat. Kami memastikan apakah sampel yang diuji telah sesuai dengan Baku Mutu yang ditetapkan,” tegas Ratna Yunita.

Sementara itu, Korcam SPPG Kecamatan Sangkapura, Fajrul Izzah, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan seluruh SPPG benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Melalui pemeriksaan dan pengambilan sampel ini, kami berharap seluruh SPPG di Bawean dapat memenuhi standar higiene dan sanitasi, sehingga layak mendapatkan sertifikat SLHS serta memberikan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Labkesda berharap setiap SPPG dapat melakukan pemeriksaan sampel makanan dan air secara berkala sebagai bentuk Pengawasan Internal SPPG.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *