Gresik, mediabarometer.net — Sebuah langkah besar diambil oleh masyarakat Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, dengan didirikannya Koperasi Desa Merah Putih dalam rapat resmi yang dilaksanakan pada Rabu malam, 7 Mei 2025 pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, calon anggota koperasi, perwakilan pemerintah desa, serta unsur pemuda dan perempuan yang berkomitmen terhadap kemajuan desa.
Koperasi ini hadir bukan sekadar sebagai wadah ekonomi, tetapi sebagai harapan baru bagi masyarakat. Dengan maksud utama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan warga desa, koperasi ini digagas sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Dalam forum yang khidmat sekaligus penuh antusiasme, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi dibacakan dan disahkan bersama.
Adapun tujuan koperasi ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa saat ini. Mulai dari memenuhi kebutuhan pokok, memperkuat layanan kesehatan dasar, membuka akses permodalan, menjaga ketahanan pangan, hingga mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan—semuanya terangkum dalam misi koperasi yang progresif dan berpihak pada rakyat kecil.
Koperasi Desa Merah Putih juga akan menjalankan beragam unit usaha strategis. Di antaranya adalah pendirian gerai sembako dan obat murah, penyediaan layanan klinik desa, pembangunan cold storage atau gudang untuk mendukung distribusi hasil tani, serta unit simpan pinjam yang memberi kemudahan permodalan bagi pelaku usaha kecil.
Modal koperasi akan bersumber dari simpanan pokok dan wajib para anggota, serta didukung oleh dana hibah, bantuan pemerintah, Sisa Hasil Usaha (SHU), dan pinjaman sah. Dengan skema yang inklusif dan transparan, koperasi ini diharapkan mampu berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih, masyarakat Desa Gunungteguh kini memiliki harapan baru terhadap pembangunan ekonomi yang lebih adil dan merata. Koperasi ini bukan hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, dan semangat membangun desa dari, oleh, dan untuk masyarakat desa itu sendiri.
( A.Latif )








Komentar