oleh

Klarifikasi & Hak Jawab: Pelaksana Tegaskan Proyek Talud Jalan Trans Provinsi di Sidrap Masih Berjalan

banner 468x60

SIDRAP, mediabarometer.net – Menanggapi pemberitaan mengenai kondisi struktur talud pada proyek pembangunan Jalan Trans Provinsi di wilayah Kecamatan Panca Lautang, tepatnya di depan SD 4 Bilokka, Kabupaten Sidrap, pihak pelaksana proyek menyampaikan klarifikasi sekaligus menggunakan hak jawab atas informasi yang beredar di masyarakat.

Sebelumnya, kondisi talud yang terlihat mengalami keretakan dan terdapat material yang pecah menjadi perhatian. Namun, pihak pelaksana menegaskan bahwa pekerjaan tersebut belum selesai dan masih dalam tahap pelaksanaan.

banner 336x280

Proyek Belum Rampung
Pihak pelaksana menjelaskan bahwa proyek infrastruktur tersebut masih berstatus on-going atau dalam proses pengerjaan. Dengan demikian, pekerjaan penyempurnaan, perapian, pemeliharaan, serta pengawasan teknis masih terus dilakukan di lapangan.

“Proyek masih dalam tahap pelaksanaan dan belum rampung atau diserahterimakan. Selama pekerjaan berlangsung, pengawasan dan penyempurnaan terus dilakukan oleh tim pelaksana bersama pengawas,” demikian poin klarifikasi yang disampaikan pihak pelaksana.

Talud Rusak Disebut Akibat Kecelakaan
Terkait kerusakan pada bagian struktur pasang batu atau talud yang menjadi sorotan, pihak pelaksana menyatakan bahwa kerusakan tersebut bukan akibat buruknya mutu material maupun kegagalan konstruksi.

Berdasarkan keterangan pihak pelaksana, kerusakan terjadi akibat faktor eksternal berupa kecelakaan lalu lintas, ketika sebuah kendaraan disebut menabrak struktur bangunan yang baru selesai dikerjakan.
Pihak pelaksana menilai faktor tersebut penting disampaikan secara utuh agar masyarakat tidak serta-merta menyimpulkan bahwa keretakan atau material yang pecah merupakan indikasi kegagalan pekerjaan.

Komitmen Perbaikan
Pihak pelaksana juga menegaskan komitmennya terhadap mutu pekerjaan dan pelaksanaan proyek sesuai spesifikasi teknis serta standar yang telah ditetapkan.

Bagian talud yang terdampak insiden tersebut, menurut pihak pelaksana, telah masuk dalam daftar penanganan dan akan segera diperbaiki serta dibangun kembali agar kembali sesuai dengan ketentuan pekerjaan.

Media Diminta Tetap Objektif
Pihak pelaksana menyatakan menghargai fungsi kontrol sosial yang dilakukan media dalam mengawasi pembangunan infrastruktur. Namun, pihaknya berharap setiap informasi mengenai kondisi proyek dapat melalui proses konfirmasi yang berimbang, khususnya mengenai penyebab kerusakan.

“Fungsi kontrol sosial media tentu kami hargai. Namun, fakta mengenai penyebab kerusakan, termasuk adanya dugaan insiden kecelakaan, perlu dikonfirmasi secara objektif sebelum dikaitkan dengan kualitas pekerjaan,” tegas pihak pelaksana dalam klarifikasinya.

Dengan adanya hak jawab ini, pihak pelaksana berharap masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi proyek. Proyek yang masih berjalan juga diharapkan tidak dinilai hanya berdasarkan kondisi sementara di lapangan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan diserahterimakan

( Ashadi )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *