oleh

Diduga Sajikan Makanan Basi dan Asin, Dapur MBG Pengeleyan Diprotes Wali Murid, LSM TRINUSA Minta Audit Total

banner 468x60

Bangkalan, mediabarometer.net – Program Makanan Bergizi (MBG) yang seharusnya menjamin asupan sehat bagi peserta didik justru menuai sorotan tajam. Dapur MBG yang beroperasi di kawasan Pengeleyan, Kecamatan Tanah Merah, diduga menyajikan makanan tidak layak konsumsi kepada siswa MA Annamirah, TK Dharma Wanita, dan SDN Petrah 1.

Sejumlah wali murid mengaku resah dan kecewa dengan kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka. Makanan yang disajikan dinilai terlalu asin, berbau tidak sedap, bahkan diduga sudah basi, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan dan kesehatan siswa.

banner 336x280

Salah satu wali murid, yang memilih tidak disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa lauk berupa ikan yang diterima anaknya mengeluarkan bau menyengat dan tidak layak dikonsumsi.

“Nasi dan ikannya bau, asin, dan diduga basi. Katanya makanan bergizi, tapi kalau kondisinya seperti ini malah bisa bikin anak-anak sakit. Ini bukan soal selera, tapi soal kesehatan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Keluhan tersebut bukan tanpa dasar. Para wali murid mengklaim telah mengantongi bukti foto dan video yang memperlihatkan kondisi makanan yang diduga sudah tidak segar dan berbau menyengat. Bukti visual tersebut, menurut mereka, siap diserahkan kepada pihak berwenang sebagai dasar pengusutan lebih lanjut.

Sorotan keras juga datang dari LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA). H. Hafadoh selaku Ketua TRINUSA DPD JATIM, menilai dugaan ini sebagai persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele.

“Program MBG menyasar anak-anak. Jika benar makanan disajikan dalam kondisi basi atau tidak layak, ini adalah bentuk kelalaian yang membahayakan. Kami mendesak instansi terkait segera turun ke lapangan, melakukan audit total dapur MBG, serta memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan benar-benar dipatuhi,” tegasnya.

H. Hafadoh menambahkan, bukti yang dimiliki para wali murid seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk bertindak cepat dan transparan, bukan saling lempar tanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola Dapur MBG kawasan Pengeleyan belum memberikan klarifikasi resmi. Wali murid dan masyarakat mendesak adanya langkah tegas agar program makanan bergizi tidak berubah menjadi ancaman kesehatan bagi peserta didik.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *