Banten, mediabarometer.net – Saya Idan Wildan, lulusan Fakultas Teknik Universitas Banten Jaya tahun 2026. Bagi saya, kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Jika di kampus saya belajar melalui teori, diskusi, penelitian, dan organisasi, kini saatnya ilmu dan pengalaman tersebut diuji dalam kehidupan nyata.
Universitas Banten Jaya telah memberikan lebih dari sekadar pendidikan formal. Di kampus, saya belajar berpikir sistematis, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan. Pengalaman sebagai mahasiswa dan aktivis juga membentuk keberanian untuk berpikir kritis dan peduli terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
Kini saya meninggalkan lorong akademik menuju lorong realitas. Dunia nyata memiliki persoalan yang lebih kompleks dan tidak selalu memiliki jawaban seperti dalam buku. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama kuliah harus mampu diterapkan menjadi solusi dan manfaat bagi masyarakat.
Saya juga membawa pengalaman dari lorong diskusi menuju lorong aksi. Bagi saya, gagasan tidak cukup hanya dibicarakan dan persoalan tidak cukup hanya dikritik. Pemikiran harus diwujudkan melalui tindakan, tanggung jawab, dan kontribusi nyata. Kritik harus disertai solusi, keberanian harus dibarengi kebijaksanaan, dan idealisme harus memiliki pijakan pada realitas.
Setelah lulus, saya menyadari bahwa idealisme akan menghadapi berbagai tantangan. Persaingan, tuntutan kehidupan, kegagalan, dan perbedaan kepentingan menjadi bagian dari perjalanan. Namun, idealisme tetap harus dijaga sebagai arah, sementara realitas menjadi ruang untuk menentukan langkah dengan bijaksana.
Bagi saya, ijazah bukanlah tanda bahwa proses belajar telah selesai. Justru setelah lulus, saya harus terus belajar melalui pengalaman, kegagalan, perkembangan zaman, dan interaksi dengan masyarakat. Universitas kehidupan tidak memiliki ruang kelas, tidak mengenal batas waktu, dan setiap pengalaman adalah bagian dari pembelajaran.
Saya, Idan Wildan, kini melangkah dari Universitas Banten Jaya menuju Universitas Kehidupan dengan membawa ilmu, pengalaman, dan idealisme sebagai bekal. Wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk membuktikan bahwa ilmu, gagasan, dan perjuangan dapat diwujudkan menjadi tindakan yang bermanfaat bagi kehidupan.
( Desi )








Komentar