BAWEAN, mediabarometer.net – Semangat olahraga dan pembinaan generasi muda menjadi perhatian dalam pelaksanaan Turnamen Sepak Takraw Basictas Cup 2026 yang digelar di Dusun Balikbak Hilir, Desa Balik Terus, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik.
Persoalan muncul ketika pertandingan tetap berlangsung saat azan Magrib berkumandang. Pada Selasa dan Rabu, 15–16 September 2026, pertandingan masih berlangsung ketika memasuki waktu Magrib dan terus berjalan hingga mendekati waktu Isya.
Turnamen Basictas Cup 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 September hingga 10 Oktober 2026.
Sepak takraw merupakan kegiatan positif bagi generasi muda. Melalui olahraga, anak-anak muda dapat belajar tentang disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab dan perjuangan meraih prestasi.
Namun, bagi masyarakat Pulau Bawean yang dikenal memiliki kehidupan keagamaan yang kuat, penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan generasi muda juga diharapkan tetap memperhatikan waktu ibadah.
Keprihatinannya bukan pada olahraga, tetapi bagaimana olahraga tersebut diselenggarakan dan menjadi contoh bagi generasi muda.
Ketika azan Magrib berkumandang sementara pertandingan masih berlangsung hingga mendekati waktu Isya, kondisi tersebut dinilai perlu menjadi evaluasi bersama. Terlebih kegiatan tersebut melibatkan generasi muda yang merupakan bagian penting dari masa depan Pulau Bawean.
Selain persoalan jadwal pertandingan, pelaksanaan Basictas Cup 2026 juga memunculkan perhatian terhadap mekanisme perizinan dan pengawasan kegiatan.
Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang telah melalui proses perizinan atau rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku, serta mempertimbangkan ketertiban, kenyamanan masyarakat dan kondisi sosial-keagamaan setempat.
mediabarometer.net tidak menyimpulkan adanya pelanggaran perizinan. Namun, persoalan yang terjadi dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait dalam mengawasi kegiatan masyarakat.
Forkopimcam Sangkapura diharapkan dapat memberikan teguran kepada pihak penyelenggara serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan turnamen, khususnya terkait jadwal pertandingan yang bertepatan dengan waktu ibadah.
Teguran tersebut diharapkan bukan untuk menghentikan kegiatan olahraga, melainkan menjadi bentuk pembinaan agar penyelenggaraan turnamen berikutnya dapat lebih tertib dan menghormati waktu ibadah masyarakat.
Sementara itu, KOK Sangkapura sebagai kepanjangan tangan KONI Kabupaten Gresik dalam pembinaan olahraga di tingkat kecamatan, diharapkan turut memberikan perhatian dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan turnamen tersebut.
KOK Sangkapura juga diharapkan dapat mendorong para penyelenggara kegiatan olahraga agar lebih memperhatikan aspek kedisiplinan, sportivitas dan nilai-nilai sosial masyarakat dalam setiap pertandingan.
Ketua PC GP Ansor Bawean, Gus Nanang, menyampaikan bahwa dirinya menghargai semangat dan kerja keras panitia dalam menyelenggarakan turnamen sepak takraw.
“Saya menghargai semangat dan kerja keras panitia dalam Turnamen Sepak Takraw. Namun, juga perlu disampaikan bahwa dalam setiap kegiatan, khususnya yang melibatkan masyarakat dan generasi muda, aspek ibadah hendaknya menjadi perhatian bersama. Apalagi Bawean dikenal religi,” ujarnya.
Menurut Gus Nanang, turnamen olahraga merupakan ruang positif untuk membangun sportivitas, silaturahmi dan kebersamaan.
“Karena itu, semangat olahraga hendaknya dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap waktu ibadah,” katanya.
Ia berharap pengaturan jadwal pertandingan dapat lebih memperhatikan waktu salat, sehingga para pemain, panitia dan masyarakat tetap memiliki kesempatan menjalankan kewajiban ibadah.
“Terkait pertandingan yang tetap berlangsung saat azan Magrib berkumandang hingga mendekati waktu Isya, kami berharap hal ini dapat menjadi evaluasi bagi panitia dan penyelenggara,” lanjutnya.
Gus Nanang menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata untuk mencari pihak yang salah.
“Ini bukan semata-mata persoalan menyalahkan siapa pun, tetapi menjadi pengingat dan evaluasi bersama agar kegiatan-kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih tertib, nyaman, dan membawa kemaslahatan bagi semua,” pungkasnya.
Keprihatinan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda Bawean bukan hanya membutuhkan lapangan untuk berolahraga, tetapi juga membutuhkan keteladanan.
Mereka perlu diberi ruang untuk berprestasi. Namun pada saat yang sama, mereka juga perlu melihat bahwa olahraga, pendidikan, kehidupan sosial dan ibadah dapat berjalan beriringan.
Jangan sampai kita hanya sibuk mencetak juara di lapangan, tetapi lupa membentuk karakter generasi muda di luar lapangan.
Basictas Cup 2026 masih berlangsung hingga 10 Oktober 2026. Masih terdapat kesempatan bagi panitia dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap pengaturan jadwal pertandingan.
Harapannya, turnamen-turnamen berikutnya di Pulau Bawean dapat menjadi ruang yang tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga ikut membentuk generasi muda yang disiplin, sportif, bertanggung jawab dan tetap menghargai nilai-nilai kehidupan masyarakat Bawean.
( A.latif )








Komentar