Gresik, mediabarometer.net — Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif secara resmi membuka Festival Seni & Karya Pendidikan ke-III Tahun 2026 yang digelar di Pesanggrahan Sangkapura, Pulau Bawean, Selasa (10/2/2026) pukul 09.00 WIB. Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri sang istri, dr. Shinta Puspitasari, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sangkapura, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Lutfi Dhawam, S.H., bersama tokoh pendidikan dan ratusan pelajar.
Sebelum acara dimulai, dr. Asluchul Alif beserta rombongan menyempatkan diri meninjau stand pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan festival. Dengan suasana hangat dan penuh keakraban, Wakil Bupati terlihat menyapa para pedagang, berbincang langsung, bahkan membeli serta mencicipi sejumlah produk kuliner yang dijajakan.
Salah satu pelaku UMKM mengaku senang dan bangga atas kunjungan tersebut. “Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Bapak Wakil Bupati yang mau mampir, membeli dagangan, dan makan di stand kami tentu menjadi penyemangat bagi pelaku usaha kecil seperti kami,” ujarnya.
Pelaku usaha lainnya juga menilai perhatian pemerintah daerah memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM di Pulau Bawean. “Kegiatan seperti ini sangat membantu kami untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Semoga ke depan UMKM semakin maju dan terus mendapat dukungan,” katanya.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian nyata Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Kehadiran orang nomor dua di Gresik itu pun disambut antusias para pelaku UMKM yang merasa termotivasi atas dukungan pemerintah.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan legislatif dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi kuat dalam mendorong kemajuan pendidikan sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan di Pulau Bawean. Sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati area Pesanggrahan Sangkapura untuk menyaksikan rangkaian kegiatan festival.
Dalam sambutannya, dr. Asluchul Alif menegaskan bahwa festival pendidikan merupakan wadah strategis bagi siswa untuk mengasah bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkaya pengalaman belajar di luar ruang kelas.
“Festival ini menjadi momentum untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan karakter kuat. Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus mendukung kegiatan positif yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Mengusung tema “Experience is The Best Teacher for The Future,” festival ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kompetitif, mulai dari lomba seni, bazar pendidikan, pameran karya siswa, hingga pentas kreativitas. Rangkaian acara tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi pelajar untuk terus berprestasi.
Suasana semakin semarak saat berbagai penampilan seni para siswa berhasil memukau tamu undangan. Selain menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar lembaga pendidikan serta memperkuat kolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan di Pulau Bawean.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menunjukkan perhatian serius terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak dini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong masa depan gemilang.
( A.latif )











Komentar