Surabaya, mediabarometer.net – Suasana hangat dan interaktif langsung terasa dalam siaran podcast Radio Pro 2 RRI Surabaya bersama Rianita, di mana para pentolan komunitas membedah perjalanan seru dari Komunitas Unesablox. Unesablox ini sendiri berasal dari singkatan Unesa (Universitas Negeri Surabaya) dan Roblox, karena penggagasnya yang akrab disapa Asep dan El adalah Mahasiswa aktif di Unesa yang kebetulan suka bermain game di Platform Roblox.
Semua Berawal dari FOMO Trend Roblox di tahun 2025, Asep dan EL nekat membangun Map Roblox dengan nama “Unesa Voice (Map Kampusku Unesa)”. Siapa sangka, berkat tren konten Jedag-Jedug kampus versi real life dan Roblox, map ini sukses booming dan tembus 50 ribu kunjungan dalam waktu satu bulan.
Nggak cuma jadi tempat nongkrong virtual anak Unesa, daya tarik ini jadi bikin mahasiswa dari kampus lain berdatangan buat sekadar nyapa teman atau ikutan nimbrung. Karena vibes-nya yang cozy, banyak yang akhirnya menetap. Momen ini akhirnya menarik hati Fito, sapaan akrab dari developer Map Roblox ITS dan UNAIR, hingga akhirnya resmi terbentuklah konsorsium kolaborasi keren, antara UNESABLOX, ITSBLOX, dan UNAIRBLOX.
Dalam obrolan serunya di Studio Pro 2 RRI, terungkap pula bahwa seluruh ekosistem ini sudah terkoneksi dan terintegrasi langsung dengan Surabaya Roblox Community (SRC). Integrasi ini bikin jangkauan komunitas jadi makin luas, membuka ruang kolaborasi lintas kampus hingga lintas generasi se-Surabaya, serta menjadi pusat wadah bagi para kreator game lokal untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu.
Selama setahun terakhir, agenda mereka tuh padat banget, dari yang online sampai offline,
Event Online nya seperti, Upacara bendera virtual di Unesa Voice, Bazar Ramadhan, Christmas Event Snow Unesa, Halloween Event, sampai yang paling fantastis adalah Festival Busana Daerah (Cosplay kebudayaan nusantara).
Dan untuk Event Offline atau Dunia Nyata nya adalah, mulai dari buka bersama (bukber), halal bihalal, hingga aksi seru Kumpul Kimpul di Pekan Raya Mahasiswa (PRM) Unesa 2026.
Buat yang masih mikir game cuma bikin hancur produktivitas, EL dan Fito punya counter-attack telak yang dibahas di studio Pro 2 RRI. Lewat Roblox, kreativitas itu nggak ada batasnya. Komunitas ini nggak cuma ngajak main, tapi juga belajar project planning, organisasi, sampai icip-icip dunia volunteer.
“Di Roblox itu ada yang namanya UGC (User Generated Content). Kita bisa bikin item, pakaian, atau aksesoris avatar sendiri lalu dijual ke pemain global. Belum lagi bikin map yang hasilnya dibayar pakai Robux dan bisa ditukar ke mata uang asli. Main game dapet cuan, emang boleh se-worth it itu?” Pungkas Fito saat mengudara.
Dampak positif komunitas ini juga dirasakan langsung sama Wawa, salah satu member sekaligus admin baru Unesablox yang turut bergabung dalam podcast seru dan santai tersebut. Ia cerita kalau interaksi yang intens dan konsisten bikin lingkaran pertemanan di sini berasa rumah sendiri—bahkan sempat ada juga yang cinlok (cinta lokasi) gara-gara sering main bareng.
Lebih dari itu, Wawa ngaku hidupnya ngalamin perubahan drastis. Dari yang awalnya ragu-ragu, kaku, dan minder buat ngomong di depan umum, sekarang mentalnya makin terasah dan banyak dapet soft skill baru dari teman-teman komunitas.
Obrolan di Pro 2 RRI ini sukses membuktikan kalau Roblox bukan sekadar piksel digital di layar HP, tapi panggung kreativitas anak muda buat berkarya, bersosialisasi, dan cuan bareng.
( M Paksi )















Komentar