oleh

Usia ke-58 YPPB, Pendidikan Islamiyah Bawean Gelar Doa Bersama dan Refleksi Sejarah

banner 468x60

BAWEAN, mediabarometer.net – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Yayasan Pendidikan Pondok Bawean (YPPB) ke-58, keluarga besar Taman Pendidikan Islamiyah Tambak menggelar doa bersama sekaligus refleksi sejarah perjalanan lembaga pendidikan Islamiyah di Pulau Bawean yang berlangsung di Pendopo Wali Zainab, Desa Ponggo, Kecamatan Tambak, Selasa (31 Maret 2026).

banner 336x280

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri dewan guru, tenaga kependidikan, serta siswa kelas XII yang akan menghadapi ujian akhir tahun ajaran 2026. Acara ini menjadi momentum spiritual sekaligus penguatan semangat pendidikan menjelang hari lahir Pendidikan Islamiyah yang tepat jatuh pada 1 April.

Kepala SMA Islamiyah, Saiful Ahzan, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar usia ke-58 menjadi titik kebangkitan dan kemajuan lembaga pendidikan Islamiyah.

“Semoga di usia ke-58 ini Pendidikan Islamiyah semakin berkembang dan terus memberi manfaat bagi masyarakat. Kami juga mendoakan seluruh siswa SMP dan SMA yang akan melaksanakan ujian akhir tahun ini sukses serta lulus dengan hasil terbaik,” ungkapnya.

Doa bersama juga dikhususkan sebagai bentuk ikhtiar batin bagi para siswa agar diberikan kelancaran, ketenangan, dan keberhasilan dalam menghadapi ujian akhir.

Ketua Yayasan, Abdul Adim, dalam sambutannya memaparkan sejarah berdirinya Pendidikan Islamiyah yang lahir dari gagasan para kiai dan sesepuh Pulau Bawean untuk membangun pendidikan berbasis nilai keislaman dan sosial kemasyarakatan.

Perjalanan lembaga pendidikan Islamiyah dimulai dengan:

SMP Islamiyah berdiri tahun 1968 di Desa Ponggo, didirikan para kiai dan sesepuh Bawean. Kepala sekolah pertama Mohammad Sulur, dilanjutkan Mohammad Sueb, Hari Supranoto, Wahyudianto dan Rofikatussaniyah.

SMA Islamiyah berdiri tahun 1981, dipimpin berturut-turut oleh Purnomo, Abdul Khaliq, Mohammad Sueb, Abdul Adim, Abdul Haliq, hingga kini dipimpin Saiful Ahzan.

Diniyah Islamiyah berdiri tahun 1990, dengan kepala pertama Mohammad Suhdi, kemudian Widiyastuti.

PAUD (KB-TK) Islamiyah berdiri tahun 1982, dipimpin pertama Hasanah, dilanjutkan R. Jum’ati, H. Hadijah, dan Nur Asiyah.

Menurut Abdul Adim, keberlangsungan lembaga hingga puluhan tahun menjadi bukti kuat komitmen masyarakat Bawean dalam menjaga pendidikan Islam sebagai fondasi pembangunan generasi.

Selama lebih dari lima dekade berdiri, Pendidikan Islamiyah telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Australia.

Para alumni kemudian membentuk wadah silaturahmi bernama KALISTA, yang saat ini diketuai oleh Mahfud, sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi terhadap perkembangan almamater.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, memohon agar Pendidikan Islamiyah Bawean terus menjadi pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *