Surabaya, mediabarometer.net – Universitas Hang Tuah (UHT) menegaskan komitmennya dalam penguatan mutu pendidikan farmasi melalui penutupan rangkaian Asesmen Lapangan Akreditasi Bundling Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UHT. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Rektor UHT, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., pada Kamis (22/1/2026).

Penutupan asesmen lapangan yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) tersebut berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Hang Tuah Lantai 5. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Farmasi UHT beserta para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen pengajar, tenaga kependidikan, serta seluruh panitia pendukung asesmen lapangan.
Sebelum prosesi penutupan, rangkaian asesmen diisi dengan Forum Group Discussion (FGD) antara Tim Asesor LAM-PTKes dan pimpinan Fakultas Farmasi UHT. FGD tersebut menjadi forum pendalaman berbagai aspek penilaian, mulai dari kurikulum dan proses pembelajaran, sistem penjaminan mutu internal, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga luaran serta dampak Program Studi Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker.
Dalam sambutannya, Rektor UHT menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Tim Asesor LAM-PTKes atas dedikasi, ketelitian, serta masukan konstruktif yang diberikan selama proses asesmen berlangsung.
“Selama asesmen, kami tidak hanya menerima penilaian, tetapi juga memperoleh masukan, klarifikasi, dan perspektif akademik yang sangat berharga bagi pengembangan mutu Program Studi Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker ke depan,” ujar Rektor.
Rektor menilai, pendalaman yang dilakukan Tim Asesor melalui diskusi dan FGD menjadi cermin evaluatif yang jujur dan komprehensif bagi Fakultas Farmasi UHT untuk menilai keselarasan antara visi, strategi, dan praktik akademik yang selama ini dijalankan.
Menurutnya, mutu pendidikan tinggi di bidang farmasi dan profesi apoteker bersifat dinamis dan menuntut konsistensi jangka panjang. Oleh karena itu, hasil asesmen tidak dipandang semata sebagai proses administratif akreditasi, melainkan sebagai landasan reflektif untuk memperkuat sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan.
“Akreditasi bukan tujuan akhir, melainkan titik evaluasi dalam perjalanan panjang peningkatan mutu. Hasil asesmen ini akan kami jadikan momentum untuk memperkuat komitmen Universitas Hang Tuah, khususnya Fakultas Farmasi, dalam menghadirkan pendidikan farmasi yang unggul, beretika, adaptif, dan berdampak nyata bagi pembangunan kesehatan nasional,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UHT juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika Fakultas Farmasi UHT, mulai dari pimpinan fakultas dan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para pengguna lulusan, atas kesiapan dan keterbukaan selama proses asesmen lapangan berlangsung.
Selain itu, Rektor turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan asesmen terdapat keterbatasan atau hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam penyambutan, fasilitas, maupun penyediaan data dan informasi yang dibutuhkan Tim Asesor.
Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Asesmen Lapangan Akreditasi Bundling Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Hang Tuah oleh LAM-PTKes, serta menjadi pijakan strategis bagi peningkatan mutu pendidikan farmasi UHT ke depan.
( Cak Mus )

















Komentar