Sampang, mediabarometer.net – Para tokoh masyarakat dan ulama Kecamatan Sokobanah menyampaikan harapan besar agar aspirasi masyarakat setempat mendapatkan perhatian serius dan kebijaksanaan dari pimpinan Kepolisian Daerah Jawa Timur. Aspirasi tersebut diwujudkan melalui surat keberatan yang secara resmi telah disampaikan dan ditembuskan kepada Kapolri, Wakapolda Jawa Timur, Karo SDM Polda Jatim, Kabid Propam Polda Jatim, serta Kapolres Sampang.
Harapan tersebut lahir dari penilaian objektif masyarakat terhadap kinerja dan peran IPTU Sujiyono yang selama ini dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan, meredam potensi konflik, serta membangun komunikasi yang harmonis antara aparat kepolisian dan warga. Keberadaan IPTU Sujiyono dianggap memberikan rasa aman dan ketenangan di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial dan politik menjelang pelaksanaan pilkades serentak.
Selain pertimbangan aspek keamanan dan regulasi, para tokoh ulama menegaskan bahwa permohonan untuk mempertahankan IPTU Sujiyono juga berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan yang hidup dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Sokobanah. Para ulama merujuk pada hadits Nabi Muhammad SAW:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan Ad-Daruquthni)
Hadits tersebut dipahami sebagai landasan moral bahwa kepemimpinan dan pengabdian aparatur negara, termasuk institusi kepolisian, seharusnya diukur dari sejauh mana kehadirannya memberikan manfaat nyata, rasa aman, serta kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Dalam pandangan para ulama dan tokoh masyarakat Sokobanah, IPTU Sujiyono dinilai telah memenuhi nilai tersebut. Kehadirannya dianggap membawa ketenangan, mencegah gesekan sosial, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Menjaga pemimpin yang telah memberi manfaat luas kepada umat adalah bagian dari menjaga kemaslahatan dan mencegah mudarat yang lebih besar,” demikian disampaikan dalam pernyataan bersama para tokoh masyarakat dan ulama Sokobanah.
Nilai-nilai yang terkandung dalam hadits tersebut juga dipandang sejalan dengan prinsip Polri Presisi, khususnya dalam penerapan pendekatan humanis, pelayanan publik yang berkeadilan, serta upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Dengan mempertimbangkan rekam jejak pengabdian, tingkat kepercayaan masyarakat, serta situasi kamtibmas yang membutuhkan stabilitas dan ketenangan, para tokoh berharap pimpinan Polri dapat mengambil kebijakan yang arif, adil, dan berpihak pada kepentingan publik, demi menjaga harmoni sosial serta marwah institusi kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
( Tim )















Komentar