oleh

Sepekan Tanpa Kapal, Stok Kebutuhan Pokok di Bawean Menipis dan Harga Mulai Naik

banner 468x60

Bawean, Gresik, Mediabaromete.net — Terhentinya operasional kapal penyeberangan menuju Pulau Bawean selama hampir satu pekan akibat cuaca buruk mulai berdampak nyata terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Di sejumlah pasar tradisional, stok beberapa komoditas dilaporkan menipis bahkan tidak tersedia, sementara harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Selasa, 13 Januari 2026.

Kondisi tersebut mendorong Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sangkapura untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kota Kusuma. Sidak yang dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sangkapura, Nur Hosni, guna memantau langsung perkembangan harga dan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok.

banner 336x280

Hasil sidak menunjukkan sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga dan sebagian lainnya mulai sulit diperoleh akibat terhambatnya distribusi logistik dari daratan Jawa.

Camat Sangkapura, Umar Junid, S.Sos., M.M, menyatakan pihak kecamatan telah mengambil langkah cepat dengan menurunkan jajaran teknis untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Hari senin saya perintahkan Kasi Ekonomi bersama Kasi Trantib untuk turun langsung ke pasar guna memastikan kondisi ketersediaan sembako. Jika ditemukan adanya kelangkaan barang, hal itu akan menjadi catatan untuk segera kami laporkan ke Pemerintah Kabupaten Gresik agar bisa diambil langkah selanjutnya,” ujar Umar Junid, Senin (12/1/2026).

Sementara itu, Kasi Ekonomi Kecamatan Sangkapura, Kemas Saiful Rizal, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh terputusnya jalur distribusi logistik akibat cuaca buruk yang menyebabkan kapal penyeberangan tidak dapat beroperasi.

“Sejak kapal tidak beroperasi, distribusi bahan kebutuhan pokok ke Bawean terhambat. Beberapa komoditas segar seperti telur, sayur, dan daging ayam mulai terdampak,” kata Kemas Saiful Rizal.

Meski demikian, ia memastikan bahwa untuk sejumlah komoditas lainnya masih dalam kondisi relatif aman.

“Untuk beras, tepung terigu, tepung tapioka, minyak goreng, daging sapi, serta biskuit, sejauh ini masih terpantau tersedia dalam jumlah yang cukup,” tambahnya.

Di sisi lain, perwakilan DPRD Gresik dari Daerah Pemilihan Bawean, Eril Desembrilian Prabowo, S.E. menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik terkait terhentinya operasional kapal penyeberangan.

“Pada hari Minggu kami sudah berkomunikasi dengan Pak Wakil Bupati terkait kapal yang tidak beroperasi karena kondisi cuaca. Informasinya, pada hari Senin akan dilakukan langkah administratif dengan bersurat ke Koarmatim untuk koordinasi kemungkinan adanya kapal bantuan ke Bawean. InsyaAllah hal ini akan terus kami tindak lanjuti agar segera ada kejelasan,” ujar Eril.

Ia menegaskan bahwa transportasi laut merupakan urat nadi masyarakat Bawean. Terhambatnya akses tersebut berdampak langsung terhadap distribusi logistik serta stabilitas harga kebutuhan pokok.

Masyarakat Bawean berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, dan instansi terkait dapat segera membuahkan hasil, sehingga distribusi logistik kembali normal dan harga bahan kebutuhan pokok dapat segera dikendalikan.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *