Tambak-Gresik, mediaberometer.net— Proyek rehabilitasi dan renovasi Madrasah Aliyah (MA) Mambaul Falah yang berlokasi di Dusun Tambhilung, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, kini menjadi sorotan publik seiring dimulainya tahap pembongkaran bangunan lama. Proyek dengan nilai kontrak Rp22.877.836.000 tersebut menggunakan anggaran negara dan dilaksanakan pada masa anggaran 2025–2026.

Pantauan di lokasi pada Rabu (22/1/2026) menunjukkan aktivitas pembongkaran sejumlah ruang belajar dan struktur atap bangunan. Papan informasi proyek, identitas pelaksana, serta rambu keselamatan kerja telah terpasang di area madrasah.
Berdasarkan papan proyek, pekerjaan ini berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada PT Cipta Adhi Guna, sementara fungsi pengawasan teknis dilakukan oleh PT Saranabudi Prakarsaripta KSO PT Transima Citra Indo Consultant.
Besarnya nilai anggaran proyek tersebut mendorong pentingnya pengawasan berlapis agar penggunaan dana publik benar-benar tepat sasaran. Masyarakat berharap setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta tidak terjadi pengurangan kualitas material maupun volume pekerjaan.
Konsultan pengawas proyek, Yuda Aditya, menyampaikan bahwa pengawasan teknis dilakukan secara berkelanjutan sejak awal pekerjaan.
“Saat ini pekerjaan masih dalam tahap pembongkaran bangunan lama. Pengawasan kami lakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai spesifikasi, jadwal, serta ketentuan teknis yang telah ditetapkan,” ujar Yuda Aditya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada progres fisik, namun juga pada kesesuaian pekerjaan dengan dokumen kontrak.
“Kami berupaya memastikan setiap item pekerjaan sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi volume maupun kualitas material, sehingga penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara teknis,” tegasnya.
Fungsi kontrol sosial juga diharapkan berjalan optimal melalui keterbukaan informasi kepada publik. Warga sekitar menilai penting adanya transparansi pelaksanaan proyek, agar pembangunan fasilitas pendidikan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi pelajar di MA Mambaul Falah.
Publik berharap aparat pengawasan internal pemerintah serta pemangku kepentingan terkait turut melakukan pemantauan, sehingga proyek rehabilitasi dan renovasi MA Mambaul Falah dapat menjadi contoh pelaksanaan pembangunan pendidikan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari potensi penyimpangan anggaran.
( A.latif )











Komentar