BAWEAN, mediabarometer.net – Pelaksanaan ibadah qurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 di Pulau Bawean menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak mencatat total 1.304 ekor hewan qurban yang disembelih tahun ini, terdiri dari 811 ekor sapi dan 493 ekor kambing.
Di Kecamatan Sangkapura, jumlah hewan qurban mencapai 855 ekor, terdiri dari 431 ekor sapi dan 424 ekor kambing. Sementara Kecamatan Tambak mencatat 449 ekor hewan qurban, dengan rincian 380 ekor sapi dan 69 ekor kambing yang tersebar di 82 titik pemotongan pada 13 desa.
Camat Sangkapura Umar Junid, S.Sos., MM., mengatakan peningkatan jumlah hewan qurban tahun ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan ibadah qurban sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial.
“Alhamdulillah, jumlah hewan qurban tahun ini mengalami peningkatan. Yang membanggakan, seluruh 431 ekor sapi yang diqurbankan di Kecamatan Sangkapura merupakan sapi lokal hasil peternakan masyarakat Bawean. Sedangkan untuk kambing, sebagian masih didatangkan dari luar Pulau Bawean untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berqurban,” ujarnya.
Menurut Umar Junid, tingginya penggunaan sapi lokal menunjukkan bahwa sektor peternakan di Pulau Bawean terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha.
Sementara itu, Camat Tambak Muhammad Nursyamsi, S.P., M.MA., menyampaikan bahwa seluruh sapi qurban yang disembelih di wilayahnya juga berasal dari peternak lokal Bawean. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas dan produktivitas peternakan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, seluruh kebutuhan sapi qurban di Kecamatan Tambak tahun ini dapat dipenuhi oleh peternak lokal Bawean. Ini menunjukkan bahwa kualitas dan ketersediaan sapi lokal semakin baik serta mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat untuk dijadikan hewan qurban,” kata Muhammad Nursyamsi.
Ia menambahkan, tingginya penggunaan sapi lokal tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bawean, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah.
“Ketika seluruh kebutuhan sapi qurban dapat dipenuhi dari peternak lokal, maka manfaat ekonominya juga kembali kepada masyarakat Bawean. Ini menjadi motivasi bagi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas ternaknya,” tambahnya.
Dengan demikian, total 811 ekor sapi yang diqurbankan di Pulau Bawean pada Iduladha tahun 2026 seluruhnya merupakan sapi lokal Bawean, sebuah capaian yang menunjukkan kemajuan sektor peternakan di wilayah kepulauan tersebut.
Selain menjadi momentum ibadah dan berbagi kepada sesama, tingginya penggunaan sapi lokal juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para peternak. Permintaan hewan qurban yang tinggi mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sektor peternakan lokal.
Peningkatan jumlah hewan qurban tahun ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kemandirian masyarakat Bawean terus tumbuh. Ribuan paket daging qurban yang dibagikan kepada masyarakat di berbagai desa menjadi wujud nyata kebersamaan dan solidaritas yang tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat Pulau Bawean.
( A.latif )













Komentar