oleh

Program Pasar Murah di Bawean Perlu Dievaluasi, Harga Selisih Tipis

banner 468x60

Bawean, Gresik  mediabarometer.net
Program Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Kecamatan Sangkapura dan Tambak pada Kamis (18/9/2025) pagi mendapat sorotan warga. Pasalnya, harga komoditas yang dijual hanya berselisih tipis dengan harga pasar biasa sehingga dinilai kurang efektif meringankan beban masyarakat.

Kegiatan yang merupakan sinergi Pemkab Gresik bersama PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Pos Indonesia itu dibuka di lima titik dan sempat menarik perhatian warga. Berdasarkan daftar harga, sejumlah komoditas dijual dengan harga khusus berikut:

banner 336x280

Minyak goreng 1 liter: Rp 20.000

Minyak goreng 2 liter: Rp 38.000

Gula 2 kg: Rp34.000

Tepung terigu 2 kg: Rp 24.000

Bawang merah 2 kg: Rp 70.000

Bawang putih 2 kg: Rp 66.000

Namun banyak warga kecewa karena selisih harga yang ditawarkan hanya sekitar seribu–dua ribu rupiah dibanding pasar lokal. Sejumlah warga akhirnya memilih pulang dengan tangan kosong.

“Saya datang rencananya ingin beli barang pokok yang murah. Eh sampai sini ternyata hanya selisih seribu-dua ribu dengan pasar Kotakusuma,” ujar salah seorang warga Desa Patar Selamat.

Warga lainnya bahkan menilai pasar murah bukan solusi utama bagi masyarakat Bawean. “Pasar murah ini gak seberapa penting bagi warga. Yang penting itu transportasi laut lancar supaya barang-barang di Bawean tidak melunjak mahal,” ungkap seorang warga lain.

Kenaikan harga barang-barang pokok di Bawean selama ini memang lebih banyak dipicu terkendalanya transportasi laut yang tidak menentu. Kondisi ini membuat biaya distribusi melonjak sehingga harga barang di tingkat konsumen ikut naik.

Camat Sangkapura menegaskan bahwa harga tersebut merupakan keputusan Pemkab Gresik. “Kami hanya menjalankan perintah,” ujarnya.

Operasi Pasar Murah sejatinya ditujukan untuk menyediakan bahan pangan pokok atau sembako dengan harga lebih rendah dibanding pasar normal. Ke depan, kolaborasi pemerintah dan sektor swasta seperti ini diharapkan terus berjalan dengan evaluasi menyeluruh agar benar-benar meringankan beban masyarakat di tengah tantangan ekonomi.

Sejumlah warga juga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pasar murah, tetapi lebih serius membenahi dan memperlancar transportasi laut ke Bawean agar distribusi barang tidak terkendala. Dengan distribusi lancar, harga kebutuhan pokok di pulau ini diyakini akan lebih stabil dan terjangkau tanpa perlu intervensi pasar sesaat.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *