Gresik, mediabarometer.net – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) ke-15 di Pulau Bawean terus dimatangkan. Panitia kegiatan menggelar rapat koordinasi pada Sabtu (19/04/2025) di Dusun Tambilung, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak. Ajang ini diproyeksikan bukan hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk menampilkan potensi lokal di hadapan publik nasional.
Ketua LP Ma’arif NU Bawean, Kiai Ali Subhan, memandang bahwa PORSEMA memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan tahunan. Menurutnya, Bawean telah melahirkan banyak sosok berprestasi di kancah nasional maupun internasional, dan momentum seperti ini perlu dijadikan sarana untuk menarik perhatian dari pemerintah pusat.
Bawean sebelumnya telah mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan, seperti raihan Nur Atika yang berhasil menjadi runner-up voli pantai putri di ajang Sea Games Laos. Di cabang olahraga lain, nama Farid juga dikenal sebagai atlet sepak takraw andalan Jawa Timur yang sukses menyabet medali emas di PON Papua.
Potensi pelajar Bawean juga tak terbatas di bidang olahraga. Di bidang keagamaan, santri dari pondok pesantren di Bawean juga telah menunjukkan kualitasnya dalam kompetisi baca kitab tingkat nasional. Salah satunya adalah Sholihan, yang secara konsisten meraih juara mulai dari Imrithy, Alfiyah, hingga Fathul Mu’in dalam rentang tahun 2017 hingga 2023.
Sebagai bentuk kesiapan, PORSEMA tahun ini akan menghadirkan maskot Atung—ikon yang sebelumnya digunakan dalam Sea Games 2018 Jakarta–Palembang. Selain itu, budaya lokal seperti pencak silat juga akan ditampilkan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pelestarian seni bela diri tradisional yang kini mulai dikenal di berbagai negara.
Melihat beragam potensi tersebut, LP Ma’arif NU Bawean berharap agar pelaksanaan PORSEMA ini tak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mendapat dukungan dan perhatian dari berbagai pihak di tingkat pusat, termasuk tokoh-tokoh nasional yang memiliki keterkaitan dengan Bawean.
( A.Latif )











Komentar