oleh

Peluru Nyasar Bersarang di Kaki Bocah 13 Tahun di Bawean, Harus Dirujuk ke Daratan untuk Operasi

banner 468x60

Bawean, mediabarometer.net — Peristiwa mengejutkan menimpa seorang anak laki-laki bernama Raihan (13), warga Dusun Muara, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Pulau Bawean, pada Minggu (26/4/2026).

Saat itu, Raihan tengah memancing di sungai seperti biasa. Namun tiba-tiba ia merasakan nyeri hebat di kaki kanannya, seolah ada benda tajam yang menusuk dari arah belakang. Kejadian mendadak itu membuatnya langsung kesakitan dan menghentikan aktivitasnya.

banner 336x280

Pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga segera membawa Raihan ke klinik setempat, yakni Klinik Al Manar. Petugas medis langsung memberikan penanganan awal dengan membersihkan luka dan melakukan pemeriksaan. Namun, karena kondisi luka yang tidak biasa, pihak klinik menyarankan agar Raihan dirujuk ke rumah sakit.

Selanjutnya, pada Selasa pagi (28/4/2026), Raihan dibawa ke RSUD Umar Mas’ud Sangkapura oleh pamannya, Udin, bersama sang istri, Fitri, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan medis cukup mengejutkan. Setelah dilakukan pengecekan, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium, dokter menemukan adanya benda asing berupa peluru di dalam kaki kanan Raihan. Peluru tersebut diduga merupakan peluru senapan angin yang nyasar, kemungkinan berasal dari aktivitas perburuan burung di sekitar lokasi kejadian.

“Awalnya dikira hanya luka biasa, tapi setelah diperiksa lebih lanjut ternyata ada peluru di dalam kaki,” ujar salah satu pihak keluarga.

Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa untuk mengeluarkan peluru tersebut diperlukan tindakan operasi yang lebih memadai. Karena keterbatasan fasilitas, Raihan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit di daratan Gresik atau Surabaya guna menjalani operasi pengangkatan peluru.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan senapan angin, terutama di area terbuka yang berdekatan dengan aktivitas warga.

Hingga berita ini diturunkan, Raihan masih dalam penanganan dan menunggu proses rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi lebih lengkap.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *