oleh

Patung Gajah Gresik Disorot: Proyek Hampir Rp 1 Miliar Diduga Sarat Korupsi, Kalah Telak dari Patung Biawak Rp 50 Juta di Wonosobo

banner 468x60

Gresik, mediabarometer.net – Patung gajah di kawasan Simpang Lima Sukorame, Gresik, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan publik. Alih-alih menjadi landmark kebanggaan, bentuk patung tersebut justru menuai kritik tajam karena dianggap aneh dan tidak utuh. Warga mempertanyakan penggunaan anggaran proyek yang ditaksir mencapai Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar.

“Lucu saja melihatnya. Cuma kaki dan belalai, seperti belum selesai. Malah bikin bingung ini sebenarnya patung apa,” ujar Dian Nuraini (28), warga yang melintas di lokasi.

banner 336x280

Proyek patung ini merupakan bagian dari pembangunan dua landmark yang disebut-sebut sebagai kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gresik dan PT Petrokimia Gresik. Namun, publik mulai mempertanyakan transparansi anggaran. Banyak yang menduga, proyek ini dijadikan ajang bancakan anggaran oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Kalau anggarannya sampai hampir satu miliar, kok hasilnya seperti ini? Sangat tidak sepadan. Patut diduga ada penyelewengan anggaran,” ujar salah satu aktivis pemerhati kebijakan publik di Gresik.

Sorotan terhadap proyek ini semakin tajam ketika dibandingkan dengan patung biawak di Desa Krasak, Wonosobo, Jawa Tengah. Patung yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga bersama Karang Taruna dan seniman lokal ini justru memukau publik karena bentuknya yang realistis dan artistik. Padahal, anggarannya hanya sekitar Rp 50 juta dan tidak menggunakan dana dari APBD.

Patung biawak setinggi 7 meter dan selebar 4 meter itu kini menjadi ikon baru yang banyak menarik warga untuk berkunjung dan berfoto. Proses pengerjaannya pun hanya memakan waktu satu setengah bulan, dengan melibatkan seniman lokal bernama Arianto.

“Ini contoh nyata bahwa semangat gotong royong dan kejujuran menghasilkan karya yang luar biasa, tanpa harus menghabiskan anggaran jumbo,” ungkap Supinah, Kepala Desa Krasak.

Kontras mencolok antara dua proyek ini pun memicu diskusi luas di media sosial. Banyak netizen menyindir patung gajah Gresik sebagai “proyek mahal rasa asal jadi”, sementara memuji patung biawak Wonosobo sebagai simbol karya rakyat yang bermakna.

Munculnya dugaan korupsi pada proyek patung gajah di Gresik mendorong berbagai elemen masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas seperti BPK serta KPK untuk turun tangan melakukan audit dan investigasi.

“Ini bukan sekadar soal bentuk patung, tapi soal keadilan dan akuntabilitas anggaran publik,” tegas seorang tokoh masyarakat Gresik.

( A. Latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed