BANGKALAN, mediabarometer.net — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Muspika Kecamatan Tanah Merah bersama Pengurus Korda (PK) Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Tanah Merah menggelar malam tasyakuran dan tirakatan kemerdekaan. Kegiatan berlangsung khidmat, religius, dan penuh kebersamaan.
Tasyakuran tersebut menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi dan sinergitas antara unsur pemerintahan, aparat keamanan, ulama, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat di Kecamatan Tanah Merah.
Kegiatan dihadiri Kapolsek Tanah Merah, Danramil Tanah Merah, Kepala Puskesmas Tanah Merah Hanafi, Ketua MWC NU Tanah Merah K. Yahya Khuzairi, Kepala Desa Petrah, Takmir Masjid Al-Hasanah, serta Ketua PK IASS Tanah Merah KH. Mustahdi Tosin.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk para pahlawan bangsa yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.
Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama mengenang jasa para pejuang. Peringatan kemerdekaan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Ketua PK IASS Tanah Merah, KH. Mustahdi Tosin, menyampaikan bahwa kemerdekaan merupakan nikmat sekaligus amanah yang harus dijaga bersama.
“Kemerdekaan bukan hanya warisan, tetapi amanah. Dengan doa dan kebersamaan, mari kita rawat persatuan bangsa agar tetap kokoh, serta menjadikan tasyakuran ini sebagai ikhtiar spiritual untuk keberkahan negeri.”
Sinergi antara Muspika dan IASS Tanah Merah tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi ulama dan umara dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, aman, dan kondusif.
Kebersamaan lintas sektor itu diharapkan terus terjaga dan menjadi teladan dalam mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif, sosial, religius, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa.
Momentum HUT RI ke-81 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga dan mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama, dengan terus memperkuat persatuan, gotong royong, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
( Cak Mus )











Komentar