Sangkapura, mediabarometer.net – Sebanyak 60 remaja putra dan putri Desa Gunungteguh mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah yang digelar serentak secara nasional, Rabu (4/3/2026) malam, di Balai Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangkapura bersama Karang Taruna Teguh Mandiri ini menyasar remaja yang telah memasuki usia menikah, mulai dari lulusan sekolah hingga mahasiswa. Program tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesiapan sebelum memasuki jenjang pernikahan, baik dari sisi administrasi, psikologis, maupun tanggung jawab sosial.
Kepala Desa Gunungteguh, Abdul Haris, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak KUA yang telah mempercayakan Desa Gunungteguh sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud sinergi positif antara Kementerian Agama melalui KUA, pemerintah desa, serta Karang Taruna dalam membina generasi muda agar lebih siap menghadapi kehidupan berumah tangga.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Sangkapura, Mohammad Hasan Indranuddin, S.Ag., M.A., menegaskan pentingnya pembekalan pra nikah sejak dini guna meminimalisir konflik rumah tangga di masa mendatang.
“Remaja perlu memahami bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga kesiapan administrasi, mental, dan komitmen jangka panjang,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Ustaz Masykur selaku penghulu menjelaskan bahwa pernikahan adalah proses menyatukan dua pribadi dengan latar belakang dan karakter berbeda yang membutuhkan kesabaran serta kedewasaan.
“Tujuan pernikahan adalah membangun rumah tangga yang kokoh, memperkuat ekonomi keluarga, dan menyiapkan generasi yang baik,” tuturnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Teguh Mandiri, Sanim, saat diwawancarai menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya pembinaan generasi muda di desa.
“Kami ingin remaja di Gunungteguh tidak terburu-buru menikah tanpa persiapan. Melalui bimbingan ini, mereka mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang tanggung jawab, komunikasi dalam keluarga, serta perencanaan masa depan. Harapannya, ke depan angka pernikahan dini bisa ditekan dan rumah tangga yang terbentuk benar-benar matang dan berkualitas,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias para peserta. Melalui bimbingan ini, diharapkan remaja Gunungteguh semakin matang dalam merencanakan pernikahan serta mampu membangun rumah tangga yang kuat, sehat, dan harmonis di masa depan.
( A.latif )











Komentar