Surabaya, mediabarometer.net – 6 Juni 2026 – Di tengah semangat para siswa yang tengah menatap jenjang pendidikan berikutnya, terselip kisah inspiratif dari seorang siswi MI ANNUR Bulak Banteng Wetan Gang 17, Kenjeran, Surabaya. Atika Rizkia Tunikmah, siswi Kelas 6 Angkatan 2025/2026, dengan penuh keyakinan meneguhkan cita-citanya untuk menjadi seorang dokter.
Bagi Atika, profesi dokter bukan sekadar pekerjaan yang bergengsi, melainkan panggilan hati untuk membantu sesama.
Sejak usia dini, ia telah menaruh kekaguman kepada para tenaga medis yang mampu meringankan penderitaan orang lain dan memberikan harapan bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
“Sejak saya masih kecil, saya kagum melihat bagaimana dokter bisa menolong orang yang kesakitan. Saya ingin suatu hari nanti bisa melakukan hal yang sama, berbagi kebaikan, dan menjaga kesehatan banyak orang. Saya sadar perjalanan ini tidak mudah dan membutuhkan usaha keras, tetapi saya akan terus belajar dengan sungguh-sungguh, rajin berdoa, dan tidak mudah menyerah sampai cita-cita ini tercapai,” ungkap Atika dengan penuh semangat.
Tekad kuat yang ditunjukkan Atika mendapat apresiasi dari para guru. Wali kelasnya, Ustadzah Intan, menilai bahwa cita-cita tersebut merupakan pilihan mulia yang harus terus didukung dan dibimbing.
“Menjadi dokter membutuhkan kecerdasan, ketekunan, disiplin, serta hati yang tulus dalam melayani sesama. Kami sebagai pendidik akan terus memberikan motivasi dan pendampingan agar Atika dapat mengembangkan potensinya dan meraih prestasi yang membawanya semakin dekat dengan impiannya,” tutur Ustadzah Intan.
Dukungan penuh juga datang dari lingkungan keluarga. Sang ayah, Bapak Tunikmah, mengaku bangga melihat semangat putrinya yang sejak kecil telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap orang lain.
“Kami sebagai orang tua tentu sangat bersyukur dan bangga. Atika memiliki keinginan yang baik untuk masa depannya. Kami akan selalu mendukung pendidikan, memberikan motivasi, dan mendoakan agar cita-cita tersebut dapat terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Siti selaku ibunda Atika berharap putrinya tetap menjaga semangat belajar dan akhlak yang baik dalam menempuh perjalanan panjang menuju profesi yang diimpikannya.
“Menjadi dokter bukan hanya soal kepintaran, tetapi juga tentang keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab kepada sesama. Kami berharap Atika tetap rendah hati, rajin belajar, serta selalu memohon petunjuk Allah SWT agar setiap langkahnya diberikan kemudahan,” tuturnya penuh haru.
Memiliki tujuan hidup yang jelas sejak usia sekolah dasar merupakan modal penting dalam membangun masa depan. Kisah Atika menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari niat baik, kerja keras, dukungan keluarga, dan bimbingan para guru.
Semoga langkah Atika Rizkia Tunikmah senantiasa dimudahkan sehingga kelak mampu mewujudkan cita-citanya menjadi dokter yang cerdas, amanah, peduli terhadap sesama, serta bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
( Tim / Red )













Komentar