oleh

Menagih Janji Transportasi Laut Layak, Sarasehan Bawean Evaluasi Realisasi Program Nawakarsa G1

banner 468x60

BAWEAN, mediabarometer.net – Sarasehan yang digelar Alumni SMA Negeri 1 Sangkapura pada Jumat (29/5/2026) malam tidak hanya membahas persoalan transportasi laut, tetapi juga menjadi forum evaluasi terhadap sejumlah program yang pernah dijanjikan dalam visi dan misi Bupati Gresik yang tertuang dalam Nawakarsa G1.

Kegiatan bertema “Menagih Janji Politik G1 Penyediaan Transportasi Laut yang Layak Tanpa Mengorbankan Perasaan Warga Bawean” tersebut dihadiri anggota DPRD Gresik Dapil Bawean Eril Desembrilian Prabowo dan Bustami Hazim, serta tokoh masyarakat, akademisi, aktivis, organisasi kepemudaan, advokat, dan insan pers.

banner 336x280

Ketua Panitia Sarasehan, Sufairi Ardiansyah, menjelaskan bahwa topik yang diangkat merupakan bagian dari visi dan misi yang pernah dijanjikan kepada masyarakat Bawean pada periode pertama kepemimpinan Bupati Gresik melalui program Nawakarsa G1.

Empat poin utama yang menjadi pembahasan dalam forum tersebut meliputi penyediaan transportasi laut yang layak, peningkatan status layanan kesehatan dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C, perlindungan terhadap nelayan, serta penguatan sektor pendidikan.

Pada sektor transportasi laut, peserta sarasehan mempertanyakan indikator kelayakan transportasi yang selama ini dijanjikan. Masyarakat menilai masih banyak persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari ketersediaan armada, kualitas pelayanan, hingga kemudahan akses bagi warga Bawean.

Di bidang kesehatan, forum menyoroti perkembangan peningkatan status RSUD Umar Mas’ud Bawean dari tipe D menuju tipe C yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan tanpa harus sering dirujuk ke daratan Gresik.

Sementara itu, terkait perlindungan nelayan, peserta sarasehan menilai keberadaan peraturan daerah yang mengatur perlindungan nelayan perlu dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam memberikan jaminan perlindungan saat terjadi kecelakaan kerja di laut.

Pada sektor pendidikan, peserta juga membahas pentingnya pengembangan rintisan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pulau Bawean.

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka, peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi, salah satunya mendorong pemerintah untuk menghadirkan alternatif operator transportasi laut guna menciptakan persaingan yang sehat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sarasehan tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dan para pemangku kebijakan sekaligus pengingat bahwa berbagai program yang pernah dijanjikan kepada masyarakat Bawean perlu terus dikawal realisasinya demi kesejahteraan warga pulau bawean.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *