BAWEAN, mediabarometer.net — Langkah cepat Polsek Sangkapura dalam menangani perselisihan antarpemuda di kawasan Alun-Alun Sangkapura berujung pada suasana haru. Dalam mediasi yang digelar di Aula Mapolsek Sangkapura, Senin (10/8/2026), sejumlah anak dan orang tua tampak menangis saat mendengarkan nasihat dan pembinaan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sangkapura dan dihadiri Danramil Sangkapura, Camat Sangkapura Umar Junid, Ketua MUI Kecamatan Sangkapura, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sangkapura Abdul Basit, serta para orang tua dari anak-anak yang terlibat.
Perselisihan terjadi di Alun-Alun Sangkapura pada 2 Agustus 2026 sekitar pukul 24.30 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan dua kelompok pemuda dari Dusun Teluk dan Dusun Sungai Topo, Desa Sungai Teluk, Kecamatan Sangkapura, yang bermula dari kesalahpahaman hingga berujung perkelahian.
Suasana semakin haru ketika Ketua MUI Kecamatan Sangkapura kiai mashudi wasi memberikan nasihat kepada para pemuda dan orang tua.
Dengan nada penuh keprihatinan, ia mengingatkan bahwa generasi muda hari ini merupakan calon penerus yang nantinya akan membawa nama baik Pulau Bawean.
“Mau jadi apa generasi akan datang kalau generasi sekarang kayak begini? Kalian akan menjadi pembawa nama baik Pulau Bawean,” pesan Ketua MUI.
Ia mengingatkan agar kejadian yang dilakukan oleh segelintir anak muda tidak sampai membuat masyarakat luar memandang negatif Pulau Bawean.
Menurutnya, persoalan kenakalan remaja harus menjadi perhatian bersama, terutama keluarga. Orang tua diminta lebih aktif mengetahui pergaulan anak-anaknya.
“Jangan dibiarkan anak keluyuran sekitar jam 21.30 malam. Orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya,” pesannya.
Nasihat Ketua MUI semakin menyentuh ketika ia mengingatkan para pemuda agar memikirkan perasaan orang tua.
“Kasihani orang tuamu, Nak,” pesannya.
Kalimat tersebut membuat suasana aula semakin emosional. Sejumlah anak dan orang tua tampak menangis dan terharu mendengarkan nasihat yang disampaikan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tindakan anak tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri, tetapi juga dapat membuat orang tua merasa sedih dan terpukul.
Dalam sambutannya, Camat Sangkapura Umar Junid juga menyampaikan rasa prihatin dan mengaku merasa kecil hati dengan kejadian tersebut.
Umar Junid menilai, tindakan yang dilakukan oleh segelintir orang jangan sampai mencoreng nama baik masyarakat Sangkapura maupun Pulau Bawean.
“Hanya ulah segelintir orang, Pulau Bawean menjadi viral karena media sosial,” ujarnya.
Ia memastikan Forkopimcam Sangkapura akan melakukan pembinaan lebih lanjut terhadap anak-anak yang terlibat.
Umar Junid juga mengajak para pemuda untuk mengubah pola pikir dalam bersosialisasi.
“Sekarang zamannya cari kawan, bukan cari musuh,” tegasnya.
Polsek Sangkapura mengambil langkah cepat dengan mempertemukan para pihak dan melibatkan berbagai unsur. Penyelesaian tidak hanya berorientasi pada persoalan yang telah terjadi, tetapi juga diarahkan pada pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kehadiran Danramil, Camat Sangkapura, Ketua MUI, Satgas PPA dan para orang tua memperkuat proses penyelesaian secara kekeluargaan.
Langkah tersebut menunjukkan peran Polsek Sangkapura sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, khususnya dalam menghadapi persoalan yang menyangkut generasi muda.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan pembinaan, seluruh anak yang terlibat akan diarahkan untuk membersihkan kawasan Alun-Alun Sangkapura.
Mereka juga menyampaikan permintaan maaf dan berikrar tidak akan mengulangi perbuatannya.
Para orang tua pun turut dilibatkan agar pembinaan tidak berhenti di Mapolsek, tetapi dilanjutkan di lingkungan keluarga masing-masing.
Mediasi di Aula Mapolsek Sangkapura akhirnya menjadi lebih dari sekadar penyelesaian perselisihan. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa masa depan Pulau Bawean berada di tangan generasi mudanya.
Polsek Sangkapura bersama Forkopimcam, MUI, Satgas PPA dan keluarga menunjukkan bahwa persoalan kenakalan remaja harus dihadapi secara bersama-sama.
Dari peristiwa tersebut, satu pesan kuat mengemuka: generasi muda harus dijaga, dibina dan diarahkan agar menjadi pembawa nama baik Pulau Bawean, bukan justru menjadi sumber keresahan masyarakat.
( A.latif )











Komentar