oleh

Kongres IX SEMMI Jadi Momentum Kebangkitan, SEMMI Sukabumi Serukan Kembali ke Spirit Perjuangan HOS Cokroaminoto

banner 468x60

SUKABUMI, mediabarometer.net – Menjelang pelaksanaan Kongres IX Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) yang akan digelar di Provinsi Banten pada 21–24 Juli 2026, semangat perubahan dan harapan baru mulai menggema dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari SEMMI Sukabumi yang menilai kongres kali ini sebagai momentum penting untuk mengembalikan marwah organisasi sebagai kekuatan intelektual dan gerakan mahasiswa Islam yang progresif.

Mengusung tema “SEMMI Satu, Wujudkan Asta Cita”, Kongres IX tidak hanya dipandang sebagai forum pergantian kepemimpinan nasional, tetapi juga ruang strategis untuk menentukan arah perjuangan organisasi di tengah tantangan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang terus berkembang.

banner 336x280

Bagi SEMMI Sukabumi, persatuan kader menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang lebih kuat dan berpengaruh. Kongres harus menjadi ajang konsolidasi besar yang mampu menyatukan gagasan, mempererat ukhuwah, serta memperkuat komitmen perjuangan seluruh kader dari Sabang hingga Merauke.

“Tema SEMMI Satu bukan sekadar slogan. Ini adalah panggilan bagi seluruh kader untuk mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun individu. Kongres harus melahirkan energi baru yang mampu membawa SEMMI kembali menjadi organisasi mahasiswa yang diperhitungkan di tingkat nasional,” ujar Bendahara Umum SEMMI Sukabumi, Faisal Dzikiri, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, kebangkitan SEMMI tidak bisa dilepaskan dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh tokoh besar bangsa, H.O.S. Cokroaminoto. Sosok yang dikenal sebagai guru para pemimpin bangsa itu dinilai memiliki warisan pemikiran yang masih sangat relevan untuk menjawab tantangan generasi muda saat ini.

SEMMI Sukabumi menegaskan bahwa organisasi harus kembali berdiri kokoh di atas fondasi ideologi, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat. Di tengah arus pragmatisme yang semakin kuat, kader SEMMI dituntut untuk tetap menjadi agen perubahan yang berpihak pada keadilan sosial, kemandirian bangsa, dan kemajuan umat.

“Cokroaminoto mengajarkan bahwa perjuangan harus memiliki arah dan nilai. Karena itu, Kongres IX harus menjadi titik balik lahirnya kepemimpinan yang visioner, berintegritas, serta mampu menjaga ruh perjuangan organisasi. Jangan sampai SEMMI kehilangan identitasnya sebagai organisasi kader yang lahir dari tradisi intelektual dan pergerakan,” tegas Faisal.

Lebih jauh, SEMMI Sukabumi berharap forum kongres mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga memperluas kontribusi SEMMI dalam menjawab berbagai persoalan bangsa, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga penguatan karakter generasi muda.

Dengan semangat persatuan dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan HOS Cokroaminoto, SEMMI Sukabumi optimistis Kongres IX di Banten akan menjadi tonggak kebangkitan organisasi menuju era baru yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing.

“Saatnya SEMMI bangkit, memperkuat ideologi, merapatkan barisan, dan kembali menjadi pelopor gerakan mahasiswa Islam yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.” tutup Faisal.

( ysf )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *