Malaysia, mediabarometer.net – 15 Juni 2025. Komunitas Orang Menara yang berada di Malaysia kini berjumlah sekitar 700 jiwa. Jumlah tersebut mencakup warga dewasa maupun anak-anak keturunan Menara yang lahir dan besar di Malaysia. Kehadiran Orang Menara di negeri jiran ini bukan hal baru. Mereka telah menetap di Malaysia sejak tahun 1978, seiring dengan perpindahan sebagian warga dari kampung asal mereka di Indonesia.
Seiring waktu, komunitas ini membentuk kepemimpinan internal untuk menjaga keharmonisan dan keteraturan kehidupan sosial. Saat ini, jabatan Lurah Orang Menara di Malaysia diemban oleh Mis’Ari, yang telah menjabat selama dua periode atau sekitar sepuluh tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dan peduli terhadap kondisi warganya di perantauan. Mis’Ari merupakan perangkat kelima dalam struktur kepemimpinan komunitas Orang Menara.
Sebelum Mis’Ari, jabatan lurah telah dipegang oleh beberapa tokoh lainnya secara bergiliran. Perangkat pertama adalah Bapak Jafar, kemudian dilanjutkan oleh Bapak Abdurrahman, Bapak Asdi sebagai perangkat ketiga, dan Bapak Muhlas sebagai perangkat keempat.
Dalam keterangannya, Mis’Ari menyampaikan harapan besarnya agar warga Menara yang tinggal di Malaysia senantiasa menjaga kekompakan dan kerukunan satu sama lain. “Harapan saya semoga warga Menara yang ada di Malaysia tetap utuh, tetap rukun, tetap kompak dalam segala hal, baik dalam kehidupan sosial, budaya, maupun kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Menurut Mis’Ari, kehidupan di perantauan menuntut solidaritas dan saling pengertian antarwarga. Dengan menjaga rasa persaudaraan dan semangat gotong royong, komunitas Orang Menara diyakini dapat terus eksis dan berkembang, sekaligus menjaga jati diri mereka meski jauh dari tanah kelahiran.
(A. Latif)

















Komentar