Pasuruan, mediabarometer.net – Kepala Desa (Kades) Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, M. Yusuf Hasim, akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang menyeret namanya dalam dugaan kasus penggelapan satu unit mobil Toyota Innova Reborn warna putih. Namanya sempat disebut-sebut dalam beberapa pemberitaan hingga dikabarkan dipanggil oleh penyidik Polres Pasuruan.
Has, sapaan akrab M. Yusuf Hasim, menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam dugaan penggelapan kendaraan tersebut. Ia menjelaskan bahwa posisinya hanya sebatas membantu mencarikan informasi terkait keberadaan mobil yang diduga digadaikan oleh seseorang berinisial EK, warga Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan.
Menurut Has, peristiwa tersebut bermula saat dirinya sedang menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci Mekkah. Saat itu ia menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengirimkan foto mobil dan meminta dirinya membantu memonitor keberadaan kendaraan tersebut.
Dalam percakapan itu, pengirim pesan menyebut mobil tersebut diduga berada di tangan salah satu oknum anggota Ormas Sakera. Mendengar hal itu, Has mengaku sempat menolak karena tidak mengetahui apa pun terkait kendaraan rental tersebut. Namun setelah pengirim pesan menyebut dirinya sebagai salah satu pengurus Sakera, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menelusuri informasi.
Has kemudian mencoba mencari informasi melalui sejumlah grup WhatsApp hingga akhirnya mendapatkan kabar bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan rental yang diduga digadaikan oleh EK kepada seseorang berinisial TLB dengan nilai sekitar Rp60 juta.
Karena pihak yang memegang kendaraan tidak bersedia dipertemukan secara langsung, Has mengaku sempat diminta membantu proses penebusan. Uang tebusan tersebut akhirnya ditransfer melalui rekening miliknya, dan setelah itu mobil berhasil dikembalikan kepada pihak yang bersangkutan.
Terkait kabar pemanggilan dirinya oleh penyidik, Has memastikan akan memenuhi panggilan Polres Pasuruan pada Jumat (06/03/2026) untuk memberikan keterangan. Ia menegaskan bahwa niatnya hanya membantu pemilik kendaraan menemukan mobilnya, namun pemberitaan yang beredar di masyarakat justru menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah dirinya terlibat dalam dugaan penggelapan tersebut. “Pada intinya saya hanya membantu pemilik unit menemukan mobilnya, bukan menggelapkan,” pungkasnya saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp.
( Red )

















Komentar