oleh

Diduga Jambret HP di Taman Suroboyo, Pria Asal Bangkalan Dihajar Massa dan Dilarikan ke RS Bhayangkara

banner 468x60

Surabaya, mediabarometer.net – Aksi penjambretan telepon genggam terhadap seorang pelajar SMK di kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya, berakhir gagal. Pelaku berinisial H (36), seorang teknisi lift di salah satu mal besar di Surabaya, harus menanggung akibatnya setelah terjatuh dan diamuk warga.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, di kawasan bebatuan Pantai Kenjeran, tepatnya di sekitar Taman Bermain Taman Suroboyo, Bulak Cumpat, Surabaya.

banner 336x280

Pelaku yang diketahui merupakan warga asal Bangkalan, Madura, gagal melarikan diri usai terjatuh ketika berusaha menghindari penyeberang jalan saat dikejar korban.

Kejadian itu disaksikan langsung oleh Mashuri, warga Jalan Raya Cumpat, samping Jalan Cumpat Gang V. Awalnya, Mashuri mengira peristiwa tersebut hanyalah kecelakaan lalu lintas.

“Saya kira kecelakaan biasa di depan rumah. Tapi setelah saya dekati, ternyata aksi jambret yang gagal. Pelaku jatuh saat kabur, lalu ditangkap korban,” ujar Mashuri saat ditemui awak media, Kamis (5/2/2026).Mashuri menjelaskan, korban merupakan seorang pelajar SMK yang saat itu sedang duduk santai di bebatuan di samping kawasan Taman Bulak Cumpat. Telepon genggam korban disimpan di saku kiri celananya.

“Korban tidak sadar HP-nya diambil. Dia baru tahu setelah pelaku sempat memamerkan HP itu, seperti mengejek korban,” jelasnya.

Usai terjatuh, pelaku sempat menjadi sasaran amuk warga sekitar. Untuk menghindari kejadian yang lebih fatal, Mashuri kemudian mengamankan pelaku ke dalam rumahnya.

“Warga sempat emosi. Saya amankan pelaku ke dalam rumah supaya tidak semakin parah,” tambahnya.
Menariknya, saat diamankan, pelaku mengaku bahwa aksi penjambretan tersebut dilakukan bukan karena kebutuhan ekonomi, melainkan hanya karena iseng.

“Pelaku bilang kerjanya lumayan, teknisi lift di mal besar. Istrinya juga kerja di bank. Dia ngakunya jambret cuma iseng,” ungkap Mashuri.

Pihak kepolisian membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, mengatakan bahwa pelaku kini masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka setelah diamuk massa.

“Pelaku sempat diamuk warga. Karena kondisinya cukup buruk, saat ini dirawat di RS Bhayangkara. Sejak Rabu sampai Kamis belum bisa dimintai keterangan karena masih lemas,” jelas Kompol Yuyus.

Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian, sembari menunggu kondisi pelaku membaik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

( Red )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *