Gresik, mediabarometer.net – Potensi industri di pedesaan kembali menjadi perhatian serius Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gresik. Kali ini, fokus diarahkan ke Kecamatan Menganti, tepatnya di Desa Laban dan Pelemwatu. Kedua desa ini dinilai memiliki keunggulan lokal yang mampu dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM).
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag, Ibu Sunik, S.Sos., M.Si, turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan dan potensi yang dimiliki, khususnya di Desa Laban. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya kesinambungan program antara pemerintah daerah dan desa agar potensi lokal bisa naik kelas dan masuk ke pasar industri yang lebih luas.
Desa Laban sendiri memiliki sejarah industri logam yang cukup kuat. Sejak 2023, desa ini sudah menjalin komunikasi awal dengan Disperindag, namun sempat terhenti. Kini, berkat inisiatif dari Sekretaris Desa Wawan Asnuri dan dukungan aparat desa lainnya, koordinasi kembali berjalan aktif mulai awal 2024.
Puncaknya, pada awal 2025, Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerbitkan SK yang menetapkan Desa Laban sebagai sentra IKM untuk sektor industri logam, khususnya pembuatan pier dan spiral, dengan melibatkan 13 pelaku IKM aktif.
“Ini adalah langkah penting untuk mengangkat ekonomi desa. Kami ingin IKM lokal ini bisa terintegrasi dengan kawasan industri besar seperti KEK JIIPE. Desa Laban memiliki kapasitas untuk itu,” ujar Ibu Sunik.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini antara lain Erma Widiastutik (Kaur Perencanaan), Nanang Sutiyono, Feri Fauzi (Kasi Kesra), dan tokoh-tokoh masyarakat yang turut mendukung geliat industri desa.
Dengan sinergi yang terus dibangun, harapan untuk menjadikan Desa Laban dan Pelemwatu sebagai ikon industri desa berbasis potensi lokal bukan sekadar wacana. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi berbasis desa.
( A. Latif )











Komentar