BAWEAN, mediabarometer.net – Semangat merawat tradisi sekaligus menguatkan dakwah berbasis budaya terus tumbuh di Pulau Bawean. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Ngaji Seni dan Budaya yang digelar PC MDS Rijalul Ansor Bawean bersama Lesbumi PCNU Bawean di Mushalla Gunung Pataonan, Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Selasa malam (12/5/2026).
Kegiatan bertema “Menggali Budaya Bawean Sebagai Media Dakwah” ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi kebudayaan bagi kader GP Ansor se-Bawean. Peserta hadir dari berbagai PAC, di antaranya Tambak, Lebak, Sangkapura, Daun hingga Kepuh. Suasana berlangsung hangat, sederhana namun sarat makna spiritual dan kebudayaan.
Sejak awal kegiatan, nuansa religius terasa melalui lantunan shalawat dan tradisi seni islami khas Bawean yang menjadi pembuka acara. Selain ngaji budaya, kegiatan juga diisi dialog kebudayaan yang membahas peran generasi muda dalam menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.
Ketua MDS Rijalul Ansor Bawean, Daniatul Karomi yang akrab disapa Gus Romi, menegaskan bahwa MDS Rijalul Ansor memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan antara agama dan budaya.
Menurutnya, tradisi lokal bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi media dakwah yang telah terbukti mampu menanamkan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah secara damai dan membumi.
“Kami ingin menegaskan bahwa MDS Rijalul Ansor bukan hanya barisan dzikir dan shalawat, tetapi juga penjaga ruh kebudayaan. Tradisi Bawean adalah bagian dari dakwah ulama yang harus terus dirawat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan dakwah melalui seni seperti jibul, hadrah Bawean, kercengan serta pembacaan barzanji menjadi cara efektif menyampaikan pesan keislaman kepada masyarakat tanpa meninggalkan akar budaya.
Sementara itu, Ketua Lesbumi PCNU Bawean, Kiai Mustafa, berharap kegiatan ngaji seni dan budaya dapat menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.
Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan nyata generasi muda agar nilai-nilai lokal tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.
“Budaya Bawean harus terus dijaga. Kegiatan seperti ini menjadi langkah konkret agar tradisi tetap diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua PC GP Ansor Bawean, Gus Nanang, yang menilai kolaborasi antara MDS Rijalul Ansor dan Lesbumi PCNU sebagai bentuk nyata dakwah kultural Nahdlatul Ulama di Pulau Bawean.
Ia menyebut sinergi tersebut mampu memperkuat peran Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga menjaga warisan budaya dan tradisi keagamaan masyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat hingga larut malam dengan rangkaian ngaji budaya, diskusi seni tradisi, pembacaan shalawat bersama, serta doa penutup. Para peserta berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai wadah belajar, merawat tradisi, dan memperkuat dakwah Islam yang santun, moderat, serta dekat dengan kehidupan masyarakat Bawean.
( A.latif )














Komentar