BEKASI, mediabarometer.net — Benang kusut dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kian terurai lebar. Hasil investigasi serta fakta-fakta yang terkuak dalam persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tak lagi sekadar menyasar pejabat dinas teknis, tetapi juga membongkar keterlibatan oknum aparat penegak hukum hingga pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM TRINUSA) menilai persekongkolan sistemik ini telah merugikan keuangan negara hingga puluhan miliar rupiah dan mencederai asas akuntabilitas publik di Kabupaten Bekasi.
1. Skandal Ijon Proyek SDABMBK: Plot 10 Persen & Pengondisian Rp40 Miliar
Dalam rentetan persidangan kasus suap yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, kesaksian para pejabat bawahan menguliti alur pengondisian 38 paket pekerjaan di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi TA 2024–2025.
Nilai total paket infrastruktur yang diduga telah “diijonkan” sebelum proses lelang resmi digelar mencapai Rp40 Miliar. Praktik ini berjalan beriringan dengan kesepakatan komitmen fee sebesar 10 persen per paket pekerjaan. Alokasi plotting proyek tersebut disinyalir kuat bukan atas inisiatif pihak ketiga semata, melainkan berdasarkan pengondisian serta perintah pejabat struktural dinas terkait.
2. Jejak Oknum Polisi: Dugaan Makelar Proyek & Aliran Dana Belasan Miliar
Sensitivitas skandal ini melonjak tajam saat fakta persidangan dan hasil penelusuran media menunjuk nama Aiptu YS (Yayat Sudrajat alias Lippo), seorang oknum anggota Polri aktif.
Aiptu YS diduga kuat memegang peranan sentral sebagai perantara atau broker paket-paket proyek APBD di sejumlah dinas Pemkab Bekasi. Aliran dana komitmen fee yang dikelola atau ditampung oleh oknum tersebut ditaksir mencapai Rp16 Miliar. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran berat Peraturan Kepolisian RI (Perpol) No. 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri, serta terindikasi kuat masuk dalam ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
3. Gurita BUMD Perumda Tirta Bhagasasi: Dugaan Kerugian Negara & Rangkap Jabatan
Tak berhenti di sektor dinas teknis, bidikan hukum LSM TRINUSA juga menyasar jajaran manajemen Perumda Tirta Bhagasasi. Nama Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, resmi dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Daud Husin disinyalir terlibat dalam indikasi kerugian keuangan daerah yang ditaksir mencapai Rp4,5 Miliar, polemik pencoretan Berita Acara Serah Terima (BAST) aset, hingga praktik rangkap jabatan aktif di entitas bisnis swasta (CV Wiantara Avi). Benturan kepentingan (conflict of interest) ini diduga memfasilitasi alokasi anggaran daerah untuk keuntungan kelompok usaha tertentu serta memicu gelombang mosi tidak percaya di internal BUMD.
LSM TRINUSA Tegaskan Sikap: Kawal Laporan Hukum hingga Geruduk Gedung Merah Putih
Menanggapi rentetan temuan hukum tersebut, LSM TRINUSA di bawah kepemimpinan Mandor Baya (Maksum Al Farizi) selaku Ketua LSM TRINUSA Bekasi Raya dan Panji Ilham Haqiqi selaku Sekretaris Jenderal LSM TRINUSA, menegaskan komitmen pengawasan tanpa kompromi.
LSM TRINUSA telah melayangkan berkas laporan resmi ke KPK RI, Kejaksaan Agung RI, dan Divpropam Mabes Polri. Selain langkah formal, LSM TRINUSA telah melayangkan Surat Pemberitahuan Aksi Demonstrasi ke Polda Metro Jaya untuk menduduki Gedung Merah Putih KPK RI pada Kamis, 10 September 2026.
“Fakta-fakta hukum dan persidangan sudah sangat terang. Baik korupsi ijon proyek di dinas, oknum aparat yang menjadi makelar, maupun dugaan penyimpangan BUMD Tirta Bhagasasi harus diusut sampai ke akar-akarnya. KPK, Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri wajib membuktikan bahwa hukum di negeri ini tegak lurus dan TIDAK PANDANG BULU,” tegas Sekjend LSM TRINUSA, Panji Ilham Haqiqi.
LSM TRINUSA memastikan akan terus mengawal penanganan seluruh perkara ini hingga penetapan tersangka baru dan pemulihan aset negara demi mewujudkan tata kelola pemerintahan Bekasi yang bersih dari korupsi.
( Tim Red )











Komentar