oleh

Bersholawat dalam Semangat Maulid Nabi, Jamaah Mabes YMAS Surabaya Diajak Mengamalkan Ajaran Rasulullah

banner 468x60

SURABAYA, mediabarometer.net – Gema sholawat dan dzikir mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mabes YMAS, Jalan Simorejo Timur XI Nomor 24, Surabaya, Jumat (4/9/2026) malam. Ratusan jamaah mengikuti pengajian dengan penuh khidmat sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada beliau.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersholawat, tetapi juga menjadi ruang bagi jamaah untuk kembali mengingat perjuangan, akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membimbing umat menuju jalan Allah SWT.

banner 336x280

Rangkaian acara diawali dengan tawasul yang dipimpin Qotimul Majelis Gus Barok, dilanjutkan istighotsah yang dipimpin Ustad Iksan dan tahlil oleh Ustad Baidi.

Suasana semakin khidmat ketika jamaah mengikuti mahalul qiyam yang diisi Ustad Yahya dan Ustad Wawan. Lantunan sholawat dari Group Hadrah Al-Mubarok Surabaya turut menghidupkan suasana Maulid Nabi dan mengajak jamaah bersama-sama mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Puncak acara diisi tausiyah oleh Gus Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd., dari Ponpes Sunan Kalijogo Surabaya.

Dalam tausiyahnya, Gus Zainal mengingatkan bahwa memperingati Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah, meneladani akhlak serta mengamalkan ajaran yang beliau sampaikan.

Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya mengamalkan ilmu.

Menurut Gus Zainal, ilmu agama merupakan amanah. Seseorang yang telah mengetahui kebaikan dan kebenaran memiliki tanggung jawab untuk mengamalkannya dalam kehidupan.

“Ilmu itu amanah. Jangan sampai ilmu hanya berhenti di kepala, tetapi tidak terlihat dalam perbuatan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu dan beramal merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu menjadi pedoman dalam beramal, sementara amal menjadi bukti bahwa ilmu benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Zainal juga mengajak jamaah memperbanyak menghadiri majelis ilmu, dzikir dan sholawat. Menurutnya, majelis seperti itu dapat menjadi sarana untuk memperkuat iman, membersihkan hati dan membangun semangat untuk memperbaiki diri.

Ia kemudian menyampaikan kisah perjalanan Rasulullah SAW bersama para sahabat ketika hendak melaksanakan umrah ke Makkah dan dihadang kaum Quraisy di Hudaibiyah. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW, termasuk Bai’atur Ridhwan dan Perjanjian Hudaibiyah.

Dari kisah tersebut, jamaah diajak mengambil keteladanan Rasulullah SAW dalam menghadapi ujian dengan sabar, teguh, bijaksana dan tetap mengutamakan kemaslahatan umat.

Peringatan Maulid Nabi di Mabes YMAS Surabaya akhirnya menjadi momentum untuk kembali meneguhkan mahabbah kepada Rasulullah SAW. Melalui sholawat, dzikir, pengajian dan tausiyah, jamaah diajak menjadikan kecintaan kepada Nabi bukan hanya sebagai ungkapan lisan, tetapi juga diwujudkan melalui akhlak dan amal dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat Maulid Nabi, jamaah dan jamiyah Al-Mubarok Surabaya diharapkan terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperbanyak sholawat serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Editor : Red

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed