oleh

Bayi Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di TPS Liar Sepatan Timur, Warga Desak Penertiban dan Transparansi Anggaran Kebersihan

banner 468x60

TANGERANG, mediabarometer.net – Suasana duka sekaligus keprihatinan menyelimuti warga Kampung Pulo Indah, RT 06/RW 01, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tengah tumpukan sampah yang diduga merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, Rabu (1/7/2026) pagi.

Penemuan jasad bayi tersebut bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika seorang pemulung yang melintas di Jalan Raya Bayur menaruh curiga terhadap sebuah bungkusan kain yang berada di antara tumpukan sampah. Setelah dibuka, bungkusan itu ternyata berisi jasad bayi perempuan yang sudah dalam kondisi membiru dan tidak bernyawa.

banner 336x280

Temuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Aparat gabungan dari Babinsa, Polsek Sepatan, dan Polres Metro Tangerang segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad bayi. Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum jenazah dibawa ke RSUD Tangerang guna menjalani autopsi sebagai bagian dari penyelidikan.

Di balik peristiwa tragis itu, warga menyoroti persoalan yang telah lama mereka keluhkan, yakni keberadaan TPS liar di lokasi penemuan bayi. Menurut warga RT 06/RW 01, lahan tersebut selama bertahun-tahun digunakan sebagai tempat pembuangan sampah ilegal tanpa izin resmi dari pemerintah desa.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah setempat agar lokasi tersebut ditertibkan. Namun hingga kini, belum ada langkah nyata yang dilakukan sehingga tumpukan sampah terus menggunung dan dikhawatirkan memicu berbagai persoalan lingkungan maupun tindak kriminal.

“Ini bukan kali pertama kami memprotes gunungan sampah di sini. Sekarang malah dijadikan tempat membuang bayi. Ini menjadi cerminan buruknya pengawasan lingkungan di tingkat desa maupun kecamatan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Peristiwa tersebut semakin menguatkan desakan masyarakat agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Warga meminta adanya transparansi penggunaan anggaran kebersihan sekaligus pembangunan TPS resmi agar masyarakat memiliki fasilitas pembuangan sampah yang layak. Mereka menilai minimnya sarana pengelolaan sampah menjadi salah satu penyebab munculnya TPS liar yang berpotensi menimbulkan dampak sosial maupun kriminalitas.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga membuang bayi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian bayi maupun hasil awal penyelidikan.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang serta pihak Kecamatan Sepatan Timur juga belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan TPS liar di Desa Kedaung Barat yang menjadi lokasi penemuan jasad bayi tersebut.

( YSF )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *