oleh

Bawean Menjerit Soal Tiket Kapal, Bupati Gresik Tak Hadir Saat Janji Politik Ditagih

banner 468x60

BAWEAN, mediabarometer.net – Sarasehan bertajuk “Menagih Janji Politik G1: Penyediaan Transportasi Laut yang Layak Tanpa Mengorbankan Perasaan Warga Bawean” yang diselenggarakan oleh Alumni SMA Negeri 1 Sangkapura Angkatan 1998 pada Jumat (29/5/2026) malam menjadi wadah masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan di Pulau Bawean.

Forum tersebut membahas realisasi Program Nawakarsa G1 yang berkaitan dengan transportasi laut, kesehatan, perlindungan nelayan, dan pendidikan. Namun, ketidakhadiran Bupati Gresik dalam kegiatan tersebut turut menjadi perhatian sejumlah peserta.

banner 336x280

Ketua Panitia, Sufairi Ardiansyah, menjelaskan bahwa undangan telah disampaikan kepada sejumlah pejabat dan pemangku kebijakan jauh hari sebelum pelaksanaan acara. Salah satunya kepada Wakil Ketua I DPRD Gresik, Lutfi Dhawam, melalui aplikasi WhatsApp dalam bentuk PDF. Dalam balasannya, Lutfi Dhawam menyampaikan bahwa dirinya tidak MUDIK. Panitia juga kembali mengirimkan undangan sebagai pengingat sehari sebelum kegiatan berlangsung.

Dalam sesi dialog, Abd Latif dari mediabarometer.net melontarkan pertanyaan langsung kepada Camat Sangkapura Umar Junid terkait komitmen pemerintah dalam menyikapi keluhan masyarakat Bawean yang selama ini kerap mengalami kesulitan mendapatkan tiket kapal penyeberangan.

Menurut Abd Latif, persoalan ketersediaan tiket masih menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan warga. Tidak sedikit masyarakat yang datang ke loket resmi untuk membeli tiket, namun tidak kebagian karena tiket telah habis, sementara kebutuhan transportasi laut bagi warga Bawean sangat tinggi.

Melalui pertanyaan tersebut, Abd Latif meminta penjelasan mengenai langkah konkret yang telah dan akan dilakukan pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh akses transportasi laut yang lebih mudah, adil, dan sesuai dengan kebutuhan warga Bawean.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sangkapura Umar Junid menjelaskan bahwa dirinya hadir dalam sarasehan atas instruksi Bupati Gresik yang disampaikan melalui sekretaris pribadi (Sekpri).

“Kehadiran saya di sini atas instruksi Bupati melalui Sekpri,” ujar Umar Junid di hadapan peserta sarasehan.

Meski demikian, sejumlah peserta forum menilai jawaban tersebut belum secara langsung menjawab substansi pertanyaan mengenai solusi kesulitan masyarakat dalam memperoleh tiket kapal. Mereka berharap persoalan transportasi laut yang menjadi kebutuhan utama warga Bawean dapat memperoleh perhatian dan solusi yang lebih konkret dari pemerintah daerah.

Bagi masyarakat Pulau Bawean, transportasi laut bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan urat nadi kehidupan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial. Karena itu, forum sarasehan tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan pengambil kebijakan.

Sejumlah peserta berharap Pemerintah Kabupaten Gresik dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap aspirasi masyarakat Pulau Bawean, termasuk menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan transportasi laut yang selama ini menjadi keluhan warga.

Sarasehan tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi forum menagih realisasi Program G1, tetapi juga menjadi cerminan harapan masyarakat Pulau Bawean agar suara mereka dapat didengar secara langsung oleh para pemegang kebijakan.

( A. Latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *