oleh

Aroma Dugaan Korupsi di SMAN 3 Kabupaten Tangerang: Kepala Sekolah Terus Berkelit dari Tuntutan Transparansi Dana BOS 2023

banner 468x60

Kabupaten Tangerang, mediabarometer.net – Dugaan praktik korupsi Dana BOS Tahun Anggaran 2023 di **SMA Negeri 3 Kabupaten Tangerang** kian mencuat. Surat resmi tanggapan yang dilayangkan pihak sekolah kepada **DPD LSM Triga Nusantara Indonesia Banten** pada 25 Juli 2025 justru menimbulkan tanda tanya besar.

Alih-alih membuka transparansi anggaran sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pihak sekolah justru melempar syarat berlapis dan berbelit-belit, seolah ingin menghambat pengungkapan fakta dugaan korupsi.

banner 336x280

Dalam surat bernomor **421.3/PPID.002/SMAN3/2025**, Kepala SMAN 3 Kabupaten Tangerang menyebut pihaknya sudah “melaporkan dan diperiksa langsung oleh pihak terkait”. Namun, hingga kini tidak ada bukti terbuka maupun laporan detail yang bisa diakses publik. Pernyataan tersebut hanya terkesan sebagai tameng untuk menutupi pertanggungjawaban penggunaan miliaran rupiah dana BOS yang seharusnya dikelola secara jujur, transparan, dan akuntabel.

Ketua DPD LSM Triga Nusantara Indonesia, **Wahyudin**, menilai sikap defensif sekolah ini justru memperkuat dugaan adanya penyelewengan dana. Ia menegaskan bahwa permintaan sekolah agar LSM melengkapi legalitas dan identitas hanyalah bentuk pengalihan isu. Padahal, publik berhak tahu ke mana sebenarnya aliran dana BOS 2023 tersebut digunakan.

“Jika memang tidak ada penyelewengan, seharusnya pihak sekolah dengan tegas, terbuka, dan gamblang menyampaikan seluruh dokumen pertanggungjawaban. Kenapa justru berkelit? Ini makin memperkuat dugaan bahwa ada permainan kotor di dalam pengelolaan BOS,” tegas Wahyudin.

Kasus ini kini menjadi sorotan, dan masyarakat menunggu keberanian aparat penegak hukum untuk benar-benar mengusut dugaan korupsi yang diduga melibatkan oknum pengelola SMAN 3 Kabupaten Tangerang. Jika tidak ada tindak lanjut serius, publik akan menilai bahwa ada upaya sistematis untuk menutup-nutupi fakta.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *