BAWEAN, mediabarometer.net – Musim kemarau yang identik dengan lahan pertanian menganggur justru dimanfaatkan secara produktif oleh tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Pulau Bawean, H. Abdurrahman atau yang akrab disapa H. Makmang. Sebanyak 15 ribu bibit tembakau ditanam di lahan pasca panen padi sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Penanaman tembakau tersebut dilakukan di areal persawahan yang sebelumnya telah selesai dipanen. Dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung, budidaya tembakau dinilai memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian di Bawean.
“Daripada lahan dibiarkan kosong setelah panen, lebih baik dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar H. Makmang saat meninjau proses penanaman, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan budidaya tembakau itu tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata. Sejak tahap pengolahan lahan hingga penanaman, sejumlah warga sekitar telah dilibatkan. Ke depan, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan terus bertambah seiring proses perawatan hingga masa panen.
Langkah tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan tambahan penghasilan di luar musim tanam padi. Kehadiran usaha pertanian ini sekaligus menunjukkan bahwa lahan pasca panen masih dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai ekonomi.
H. Makmang sendiri dikenal sebagai pengusaha yang aktif di berbagai bidang usaha, mulai dari jasa kontraktor, budidaya udang vaname, hingga sektor pertanian. Di tengah kesibukannya, ia tetap konsisten mendorong kegiatan usaha yang melibatkan masyarakat sekitar.
Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, H. Makmang juga memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan masyarakat Bawean. Kepeduliannya terhadap petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil membuatnya menjadi salah satu tokoh yang dihormati dan disegani.
Budidaya tembakau yang kini mulai dikembangkan diharapkan mampu menjadi contoh pemanfaatan lahan pertanian yang lebih produktif. Dari lahan yang sebelumnya kosong setelah panen, kini tumbuh harapan baru yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian di Pulau Bawean.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, langkah sederhana namun berdampak nyata seperti ini menjadi bukti bahwa produktivitas lahan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
( A.latif )











Komentar