oleh

Gus Jamal Tancap Gas Cetak SDM Unggul, SMK NU Siapkan Generasi Tembus Industri Pariwisata, Perhotelan, dan Kapal Pesiar Internasional

banner 468x60

BAWEAN, mediabarometer.net – Komitmen SMK Nahdlatul Ulama (NU) dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global terus dibuktikan melalui langkah-langkah nyata. Di bawah kepemimpinan Kepala SMK NU, Gus Jamal, sekolah tersebut bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menghadapi peluang kerja di sektor pariwisata, perhotelan, hingga industri kapal pesiar internasional.

Program pembekalan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 ini digagas melalui Koordinator Program Studi (Kaprodi) Hasanul Bisri dengan menghadirkan narasumber berpengalaman, Mr Roman, putra asli Bawean yang telah berkarier selama delapan tahun di industri perhotelan kapal pesiar internasional.

banner 336x280

Kehadiran Mr Roman menjadi inspirasi tersendiri bagi para siswa. Dalam sesi motivasi, ia menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai dari posisi paling dasar dengan penghasilan USD 800 per bulan. Berkat kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar, kini ia mampu memperoleh penghasilan sekitar USD 3.000 per bulan, belum termasuk tip dari para tamu.

Menurutnya, peluang bekerja di kapal pesiar masih sangat terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia, khususnya Bawean, asalkan memiliki kemampuan berbahasa Inggris, etos kerja tinggi, disiplin, serta mampu memberikan pelayanan yang profesional.

“Kesuksesan tidak datang begitu saja. Kuncinya adalah terus belajar, disiplin, menguasai bahasa Inggris, dan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu,” ujar Mr Roman di hadapan para peserta.

Selain berbagi pengalaman, Mr Roman juga memberikan materi mengenai pentingnya komunikasi internasional, pembentukan karakter pekerja profesional, hingga teknik menjadi tour guide yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan mancanegara.

Suasana kegiatan semakin meriah ketika Mr Roman memberikan reward berupa uang tunai kepada kelompok terbaik dalam kegiatan Kemping Cerdas Wisata Nusantara yang digelar di Pulau Karabile.

Pulau Karabile sendiri saat ini dikelola oleh SMK NU sebagai laboratorium pembelajaran berbasis praktik. Di lokasi tersebut, para siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan pengelolaan destinasi wisata, pelayanan kepada wisatawan, komunikasi internasional, hingga standar pelayanan yang diterapkan di industri perhotelan dan kapal pesiar dunia.

Mr Roman menilai langkah SMK NU menjadikan Pulau Karabile sebagai pusat pembelajaran merupakan keputusan yang sangat visioner.

“Pulau Karabile memiliki paket wisata yang sangat lengkap. Ada panorama sunrise dan sunset, keindahan bawah laut untuk snorkeling, tebing untuk panjat tebing, perbukitan yang cocok untuk trekking, habitat penyu, hingga potensi keberadaan dugong sebagai daya tarik wisata konservasi. Potensi seperti ini sangat jarang dimiliki dalam satu kawasan wisata. Jika dikelola secara profesional, saya yakin Pulau Karabile bisa menjadi destinasi wisata bertaraf internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMK NU, Gus Jamal, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan sekolah bertujuan membentuk lulusan yang mandiri, profesional, dan mampu menciptakan peluang kerja, bukan sekadar menjadi pencari kerja.

“Harapan besar kami adalah siswa-siswi SMK Nahdlatul Ulama memiliki mental yang kuat, mandiri, dan percaya diri dalam menentukan masa depan mereka. Kami ingin mereka mampu mengelola destinasi wisata di Pulau Bawean secara profesional, berkarier di industri perhotelan, maupun menembus dunia kapal pesiar internasional. Dengan bekal keterampilan, karakter, dan pengalaman sejak di bangku sekolah, kami yakin mereka mampu bersaing di tingkat global,” tegas Gus Jamal.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan, praktisi industri, dan pembelajaran lapangan di Pulau Karabile, SMK NU terus memperkuat posisinya sebagai sekolah vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bawean yang memiliki daya saing internasional sekaligus menjadi motor penggerak kemajuan pariwisata daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *