oleh

Bukan Sekadar Berbagi Daging, Qurban di Lebak Satukan Warga dan Perantau

banner 468x60

BAWEAN, mediabarometer.net – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Dusun Lebak, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah qurban, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara warga dan para perantau yang pulang kampung dari berbagai daerah maupun luar negeri.

Suasana kebersamaan terlihat sejak pagi saat masyarakat berkumpul di Langghar Tengah untuk mengikuti proses penyembelihan hewan qurban, Kamis (28/5/2026). Warga dari berbagai kalangan tampak bahu-membahu membantu pelaksanaan kegiatan hingga proses pembagian daging qurban kepada masyarakat.

banner 336x280

Kepala Desa Lebak, Fadal, mengatakan bahwa perayaan Iduladha tahun ini terasa lebih semarak karena banyak warga yang merantau ke luar daerah maupun luar negeri memilih pulang kampung untuk merayakannya bersama keluarga.

“Alhamdulillah, Dusun Lebak kembali ramai. Banyak keluarga yang datang dari Australia dan Malaysia untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus mengikuti kegiatan qurban,” ujarnya.

Menurut Fadal, jumlah hewan qurban yang disembelih tahun ini cukup besar. Pada hari pertama Iduladha, sebanyak 17 ekor sapi disembelih di Dusun Lebak dan dua ekor sapi di Pondok Pesantren Putra Hasan Jufri. Sedangkan pada hari kedua terdapat dua ekor sapi qurban di Dusun Lebak serta tiga ekor sapi di Pondok Pesantren Putri Hasan Jufri.

Ia menegaskan bahwa qurban memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membagikan daging kepada masyarakat. Nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan kebersamaan menjadi esensi yang terus dijaga oleh masyarakat Dusun Lebak.

“Momentum Iduladha ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan rasa kepedulian sosial antar sesama,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Fadal juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Bapak Bunyamin dan Ibu Hj. Nalifah yang telah menyalurkan hewan qurbannya untuk masyarakat Dusun Lebak.

“Atas nama masyarakat Dusun Lebak, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian keluarga besar Bapak Bunyamin dan Ibu Hj. Nalifah. Semoga ibadah qurbannya diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi semua,” tuturnya.

Sementara itu, Badrun yang kini menetap di Australia menilai bahwa tradisi qurban di kampung halamannya memiliki nilai sosial yang sangat kuat karena mampu mempertemukan kembali keluarga dan sahabat yang lama terpisah oleh jarak.

“Sesungguhnya qurban ini merupakan ajang silaturahmi. Kami bisa berkumpul kembali dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat kampung halaman,” ungkapnya.

Menurut Badrun, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam setiap pelaksanaan qurban menjadi gambaran kuatnya rasa persaudaraan yang masih terjaga di tengah masyarakat Bawean.

“Saya merasa guyub dengan kegiatan seperti ini. Semua saling membantu, berkumpul, dan bercanda bersama. Suasana seperti ini yang membuat kami yang di luar negeri selalu rindu pulang kampung,” katanya.

Ia berharap tradisi kebersamaan yang diwariskan para pendahulu tetap dipertahankan oleh generasi muda agar nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong masyarakat Bawean tidak luntur oleh perkembangan zaman.

Perayaan Iduladha di Dusun Lebak tahun ini pun kembali membuktikan bahwa qurban bukan sekadar berbagi daging kepada sesama, melainkan juga menjadi perekat persaudaraan yang menyatukan warga kampung dengan para perantau dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *