Gresik, mediabarometer.net – Pelaksanaan rehabilitasi rumah rusak berat untuk korban gempa Bawean yang dikerjakan oleh PT Guriang Manggung Padjadjaran, aplikator asal Cianjur, menuai sorotan dari warga. Hingga pertengahan Mei 2025, sejumlah rumah belum juga rampung dan bahkan belum layak ditempati, memicu kekecewaan dan keresahan di kalangan korban terdampak. Jumat (16/5/2025).
Dari hasil pantauan awak media di Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, ditemukan sedikitnya empat rumah rusak berat yang pengerjaannya belum selesai. Rumah-rumah tersebut dibangun melalui pihak aplikator, namun progresnya dinilai lamban, tanpa kejelasan jadwal penyelesaian.
Lusi (33), warga Dusun Suwari Barat, mengungkapkan bahwa rumahnya dikerjakan dengan tidak konsisten dan sudah tiga minggu terakhir tidak ada aktivitas pembangunan.
“Pembangunan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri 2025, tapi dalam pelaksanaannya sering berhenti. Sekarang rumah saya masih berantakan, padahal harapannya dengan lewat aplikator bisa cepat selesai, malah sebaliknya,” ucapnya.
Hal senada disampaikan oleh Fatmawati, warga Dusun Bekong, Desa Suwari. Ia mengaku rumahnya yang menjadi satu-satunya tempat tinggal bersama keluarganya, hingga kini belum rampung.
“Dari target selesai sebelum Lebaran, sekarang baru berdiri dua kamar tidur tanpa kamar mandi. Sementara kami butuh segera menempati rumah itu,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Segit selaku pelaksana dari pihak aplikator mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya akan menyelesaikan pembangunan rumah Fatmawati dalam waktu dua hari ke depan.
Sebelumnya, Wakil Bupati Gresik, Alif, bersama Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Kepala BPBD Gresik Sukardi, Asisten I Setkab Gresik Suprapto, Kepala Dinas PMD Abu Hassan, dan Wakil Ketua DPRD Gresik Luthfi Dhawam telah menyerahkan sejumlah rumah tahan gempa kepada warga di Dusun Bangkalan, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura.
“Rumah ini sudah diuji, tahan gempa hingga 8 magnitudo,” kata Wabup Alif dalam kunjungannya, Selasa (22/4/2025), meninjau langsung rumah tahan gempa yang sudah selesai dibangun di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 109 rumah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Pulau Bawean pada Maret 2024. Pemerintah menargetkan seluruh rumah rusak berat dapat selesai dibangun pada akhir April 2025.
Sementara itu, Kepala BPBD Gresik, Sukardi, menyampaikan bahwa pembangunan oleh aplikator hanya dilakukan untuk kategori rumah rusak berat. Sedangkan untuk kategori rusak ringan dan sedang, warga langsung menerima bantuan dana tunai. Bantuan sebesar Rp15 juta diberikan untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat.
Di tengah berlarut-larutnya pembangunan, Kepala Desa Suwari, Daifi, menyampaikan kekecewaannya karena pemerintah desa tidak dilibatkan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Begini lah resiko nya ketika desa tidak di percaya oleh pemerintah, seumpama desa di beri kepercayaan, lebih tanggung jawab kepala desa nya dibanding warga” tegas Daifi saat dihubungi melalui telepon.
Ia berharap proses percepatan penyelesaian rumah bisa dilakukan tanpa keruwetan birokrasi.
“Harapan saya, tidak usah dibuat ruwet. Kalau bisa secepatnya. Karena lebih cepat, lebih baik,” pungkasnya.
( A.Latif )











Komentar