oleh

Aliansi GERAM Datangi DPRD Gresik: Refleksi 7 Tuntutan Rakyat, Dewan Dinilai Abai

banner 468x60

Gresik, mediabarometer.net – 2 Mei 2025 – Sejumlah lembaga dan serikat pekerja yang tergabung dalam Aliansi GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat), kembali turun ke Gedung DPRD Gresik untuk merefleksikan dan menindaklanjuti 7 Tuntutan Rakyat yang selama ini menjadi keresahan bersama.

Aliansi ini terdiri dari berbagai elemen penting masyarakat sipil dan buruh, antara lain:
PASSER, FSPBI, FSPBI-KASBI, PPAG, PKWG, dan Komisi Pendidikan Rakyat (KPR).

banner 336x280

Namun, hingga pukul 09.00 WIB, tak satu pun anggota DPRD tampak hadir di ruang sidang maupun kantor. Ketiadaan wakil rakyat di waktu yang seharusnya menjadi jam kerja publik menuai kritik dari massa aksi.

Satu-satunya yang hadir dan menyambut massa adalah Yuyun Wahyudi, anggota Komisi III DPRD Gresik dari Fraksi Gerindra. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi perjuangan Aliansi GERAM dan menyatakan turut prihatin atas lambannya respon legislatif terhadap isu-isu rakyat.

> “Saya akan berkomunikasi langsung dengan Ketua DPRD Gresik, Bapak Sahrul Munir, untuk menandatangani dan mengawal 7 tuntutan ini. Ini adalah hal penting yang menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegas Yuyun di hadapan massa.

Setelah dari DPRD, massa aksi bergeser menuju Kantor Kementerian Agama Gresik untuk mengingatkan bahwa pukul 14.00 WIB akan digelar audiensi lanjutan di Kantor Pemkab Gresik. Perwakilan dari Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menyatakan kesiapan mereka untuk hadir dan berdialog, khususnya karena persoalan pendidikan menjadi salah satu titik krusial dalam tuntutan Aliansi.

Kehadiran lembaga pendidikan dan institusi negara ini diharapkan membuka ruang dialog yang lebih luas dan konkret demi perbaikan layanan publik di Kabupaten Gresik.

Menutup rangkaian aksinya, massa kembali berkumpul di titik kumpul awal di Alon-Alon Gresik, sekaligus melaksanakan sholat Jumat berjamaah sebagai bentuk refleksi spiritual atas perjuangan sosial yang terus dikawal.

Aksi Aliansi GERAM ini menjadi sinyal keras bahwa rakyat tidak tinggal diam atas ketidakadilan struktural. Absennya sebagian besar anggota dewan saat masyarakat datang menyuarakan aspirasinya merupakan catatan serius terhadap komitmen dan sensitivitas wakil rakyat terhadap konstituennya. Ke depan, sinergi antara lembaga sipil dan instansi negara harus terus diperkuat demi mewujudkan keadilan sosial yang nyata.

( A. Latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *