oleh

Antena di Atas Masjid Menara Sangkapura Disorot, Kepala Desa Gunung Teguh Mengaku Tak Pernah Diberi Informasi

banner 468x60

SANGKAPURA, mediabarometer.net  – Keberadaan antena jaringan telekomunikasi yang terpasang di atas Masjid Menara Sangkapura, Dusun Barat Sawah, Desa Gunung Teguh, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, menjadi sorotan. Selain mengundang perhatian warga sekitar, Pemerintah Desa Gunung Teguh juga mengaku tidak pernah menerima informasi maupun koordinasi terkait pemasangan fasilitas tersebut.

Kepala Desa Gunung Teguh, Haris, mengaku baru mengetahui keberadaan antena jaringan telekomunikasi di atas Masjid Menara Sangkapura setelah beberapa kali melintas di kawasan tersebut. Menurutnya, selama ini ia hanya merasakan kualitas sinyal telepon seluler di sekitar masjid sangat baik, tanpa mengetahui bahwa di atas bangunan masjid telah terpasang perangkat jaringan telekomunikasi.

banner 336x280

“Saya tahunya cuma kalau lewat di sekitar masjid, sinyal di situ memang enak dan kuat. Saya baru tahu ternyata ada antena telekomunikasi di atas masjid. Selama ini tidak pernah ada pemberitahuan atau koordinasi kepada pemerintah desa,” ujar Haris saat dikonfirmasi.

Sementara itu, warga Dusun Barat Sawah, khususnya warga Menara, juga mengaku tidak mengetahui adanya rencana pemasangan antena tersebut. Mereka menyebut baru mengetahui setelah perangkat jaringan telekomunikasi telah terpasang di atas bangunan masjid.

Menurut warga, tidak pernah ada sosialisasi maupun musyawarah yang melibatkan masyarakat sekitar sebelum pemasangan dilakukan. Warga menegaskan tidak mempermasalahkan peningkatan kualitas layanan telekomunikasi, namun berharap pengelolaan aset masjid dilakukan secara terbuka.

Senada dengan warga, Mis’ari, tokoh yang dituakan dalam perkumpulan warga Menara yang berada di Malaysia, juga mengaku tidak mengetahui adanya pemasangan antena jaringan telekomunikasi di atas Masjid Menara Sangkapura.

“Saya juga tidak tahu kalau ada antena telekomunikasi dipasang di atas masjid. Selama ini tidak pernah ada informasi atau pemberitahuan kepada kami,” kata Mis’ari saat dihubungi Mediabarometer.net melalui WhatsApp dari Malaysia.

Menurut Mis’ari, Masjid Menara Sangkapura merupakan tempat ibadah yang memiliki nilai sejarah dan menjadi kebanggaan masyarakat Menara. Karena itu, apabila terdapat kerja sama pemanfaatan aset masjid dengan pihak penyedia layanan telekomunikasi, pengurus masjid diharapkan dapat menyampaikan informasi secara terbuka kepada jamaah dan masyarakat.

Warga juga meminta adanya penjelasan mengenai dasar kerja sama, mekanisme perizinan, aspek keamanan bangunan, serta pemanfaatan hasil kerja sama apabila memang terdapat nilai sewa atau bentuk kerja sama lainnya. Menurut mereka, keterbukaan informasi penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan memastikan manfaat yang diperoleh benar-benar digunakan untuk kemakmuran masjid.

Dalam upaya memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, awak Mediabarometer.net telah mengirimkan surat permohonan konfirmasi dalam bentuk dokumen PDF kepada Takmir Masjid Menara Sangkapura melalui aplikasi WhatsApp pada 14 April 2026. Surat tersebut berisi permintaan penjelasan mengenai keberadaan dan pemasangan jaringan telekomunikasi di atas bangunan masjid.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Takmir Masjid Menara Sangkapura belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi atas surat konfirmasi tersebut. Redaksi juga masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terkait dasar kerja sama, perizinan, serta pemasangan fasilitas tersebut.

Mediabarometer.net tetap membuka ruang hak jawab. Apabila pihak Takmir Masjid Menara Sangkapura maupun pihak perusahaan telekomunikasi memberikan penjelasan atau klarifikasi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

( A.latif )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *