JAKARTA, mediabarometer.net – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trinusa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/4/2026). Massa menuntut KPK mengusut tuntas dugaan keterlibatan pelaku utama dalam kasus penjualan Situ Rancagede.
Dalam aksinya, puluhan massa membawa spanduk dan poster bertuliskan “Usut Tuntas Mafia Tanah Situ Rancagede” dan “KPK Jangan Tebang Pilih”. Koordinator aksi LSM Trinusa, dalam orasinya, mendesak KPK agar tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan. “Kami minta KPK bongkar sampai ke aktor intelektualnya. Situ itu aset negara, tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya
Ketua DPD BANTEN TRIGA NUSANTARA INDONESIA WAHYUDIN, yang sekaligus merupakan sebagai KORLAP Aksi didepan Gedung Merah Putih.
Situ Rancagede merupakan situ atau danau kecil yang sebelumnya tercatat sebagai aset daerah. Dugaan penjualan lahan situ tersebut mencuat ke publik setelah adanya alih fungsi lahan dan pembangunan di atasnya. Kasus ini sebelumnya sudah ditangani aparat penegak hukum, namun LSM Trinusa menilai prosesnya belum menyentuh pelaku utama.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Perwakilan massa sempat diterima oleh bagian pengaduan masyarakat KPK untuk menyerahkan berkas laporan dan tuntutan.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan LSM Trinusa dalam aksi hari ini. Juru bicara KPK yang dikonfirmasi menyatakan akan mempelajari laporan yang masuk. “Setiap laporan masyarakat pasti kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujarnya singkat.
Sony Martin Parade, selaku Sekjen LSM Trinusa DPD Banten menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan jika dalam waktu 30 hari tidak ada perkembangan signifikan dari KPK terkait pengusutan kasus Situ Rancagede.
( CM )











Komentar